Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

The Raid


Saya nonton The Raid, lho! Walo perut ngilu dan mata merem-merem lihat darah crat-crot dimana-mana. Pas saya nulis ini, di twitter #TheRaid jadi trending topic di Los Angles.

Nggak usah ngulas filmnya. Sudah cukup dijelaskan dia Film selection di Busan, Toronto, bla bla bla. Trending topic di LA. Menurut ngana, ini bagus apa ndak? :p

1. Meski di sutradarai sama Gareth Evans dan judulnya The Raid, film ini tetap film Indonesia. Bahasa Indonesia The Raid artinya Serbuan Maut.

2. Menonjolkan seni bela diri pencak silat yang asli Indonesia.

3. Adegan berantem Rama - Andi vs Mad dog kelamaan. Boring bener liat orang gebuk-gebukan lama.

4. Akting Ray Sahetappy sebagai Tama Riyadi. Kerennnn!!! Udah macam Joker.

5. Joe Taslim as sersan Jaka mirip sama Vj Daniel.

6. Musiknya keren. Bikin nambah deg-deg-an. Ndak tahu, yang tayang di Indonesia ini versi siapa? Kalo yang tayang di Amerika versi Mike Shinoda.

7. Kurang paham motif Pierre Gruno as Letnan Wahyu.

8. Sinematografinya ramah di mata.

Yah, buka twitter cari hastag #TheRaid. Kalo bernyali lihat darah dimana-mana, kepala ditembak dari dekat, leher digorok, tikaman pisau, ya mari datang ke gedung bioskop ^^


Btw, Disitu tertulis MATURE AUDIENCES ONLY By The Motion Picture Association of America, Inc. Tapi kayaknya di Indonesia rating ini tidak berlaku. Pihak bioskop kurang men-screening penonton, juga orang tua yang merasa bangga anaknya berani nonton The Raid. Semua keputusan tergantung orang tuanya, sih.

Kelar nonton film ini, aku jadi mikir. Ini film bercerita lokasi di Indonesia. Seberapa serem kah kondisi gengster di Indonesia, khususnya Jakarta? Berapa banyak penegak hukum di Indonesia, khususnya Jakarta yang bisa dibeli? Yaaa, hanya Tuhan dan mereka saja yang paham.

Senin, 12 Maret 2012

Negeri 5 Menara


Kalo tidak salah ingat, saya selesai membaca buku ini di tahun 2009.

Ketika pelaku pengeboman bom Bali I tertangkap, banyak orang bertanya-tanya. Jadi sebetulnya apa yang diajarkan di pesantren? Benarkah sekedar dogma agama yang tak bisa dipertanyakan keabsahannya? Bila tidak ada sesuatu yang salah, mengapa proses pendidikan yang dijalankan pesantren segalanya serba tertutup bagi publik? 

Di Indonesia, terkesan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan kelas dua, di bawah sekolah umum. Hanya orang yang tidak mampu bersekolah ke sekolah umum – terutama karena keterbatasan biaya – yang belajar di pesantren? Tapi coba lihat profil Said dan Atang, dua dari enam tokoh utama yang ditulis dalam novel Negeri Lima Menara ini. Said adalah putra seorang saudagar batik di Surabaya dan Pak Yunus, ayah Atang, adalah seorang pegawai Pemda Jawa Barat yang mampu memberi hidup yang serba berkecukupan pada anak istrinya. Tapi kedua anak tersebut toh memilih untuk menempuh pendidikan di pesantren. Meski memang tokoh yang meng’aku’ di novel ini, Alif Fikri, berasal dari keluarga yang pas-pasan. Juga salah satu teman dekatnya, Baso, yatim piatu yang hidupnya disokong oleh seorang nelayan yang berbelas kasihan pada dirinya. 


Lantas, apa lagi yang menarik? Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses. Mantra yang diucapkan sejak santri pertama kali menginjakkan kakinya di pesantren terus-menerus didengungkan oleh kyai pemilik pesantren, para ustadz, dan senior setiap hari, sepanjang tahun hingga sang santri lulus. Iya, film ini mempopulerkan kalimat Man jadda wajada.

Sebagaimana film Laskar Pelangi. Saya yakin film ini based-on true story Ahmad Fuadi, penulisnya :-) Tinggal nunggu 9 summers 10 autumn aja. Ah, ternyata di Indonesia banyak kisah Cinderella story. Tapi, baik kisah Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, maupun 9 summers 10 autums bukan  sekedar buaian imajinasi belaka. Bagaimana kisah penulisnya from zero to be hero itulah yang sanggup menjadi motivasi buat pembacanya.

Filmnya sebagus bukunya. Melegakan sekali ada film bagus diantara film hantu - ngesot - perawan - bunting - apalah itu. Film-film seperti ini yang wajib ditonton rame-rame. 


PS: Ada Lulu Tobing main di film ini :-)


Senin, 24 Oktober 2011

Semesta Mendukung


"Follow your bliss and the universe will open doors where there were only walls."-Joseph Campbell


"Lihatlah kawan bulan masih bersinar, terangi malam,hidup terus berjalan. Raih mimpimu, bulatkanlah tekadmu. MESTAKUNG seMESTA menduKUNG" 

Film yang inspiratif. Fokus pada apa yang kamu cita-citakan, Tuhan selalu menggenapi janjiNya. Ayo tonton rame-rame di bioskop. Masih ada film Indonesia yang bermutu.

PS: Ini kapan sih syutingnya? Rumah saya itu dekat Suramadu dan sering jalan pagi sampai sana.

Minggu, 11 September 2011

Kencan di Kopi Tiam Oey

Sebagai jamaah LDR ( Bukan Long - Dick - Reduction) ngopi-ngopi bareng pasangan memang langka terjadi. Kebetulan Kopi Tiam Oey (KTO) punya Pak Bondan baru launching kemarin. Saya dan Citra Fitri pun menyambangi sebelum akhirnya pacaran virtual lagi *halah*. KTO buka di Jl, Embong Malang 78K. Seberang JW Marriot dan sederet sama warung rawon setan, bu kus dll dst dsb.

Kopi tiam berasal dari kata, kopi (bahasa melayu) dan tiam (bahasa Hokkien yang artinya rumah kopi). Bangunan KTO mengingatkan saya pada gaya rumah peranakan jaman dahulu. Berkesan jadoel. Di pintu masuk, tampak sebuah standing papan tulis bertuliskan 'Soft opening, 50% discount all drinks'.Suasana rumah jaman para babah dan nyonya langsung terasa saat masuk ke Kopitiam Oey. Langit-langit yang cukup tinggi berhiaskan lampu-lampu dalam sangkar burung yang ditutup sehelai kain berwarna merah. Membuat pancaran cahaya tidak terlalu kuat menerangi para pengunjung yang sedang menikmati kopi di kursi-kursi kayu sederhana. Dinding-dinding pun tak dibiarkan kosong begitu saja. Berderet-deret gambar dan lukisan para noni Shanghai, iklan kopi aroma , dan teh tjap botol makin memperkuat kesan tempo doeloe yang unik. Tambah lagi keunikannya, ejaan di menunya bertuliskan ejaan tempo doeloe. Namun sayang, bagi ABG unyuu macam saya, ejaan begitu buat bingung *ditimpuk*





Ejaan jadoel

Kopi Saring Atjeh alias Kopi O

Es kopi soesoe indotjina
Singkong sambal roa
Harganya lebih murah dibanding kedai Kopitiam lainnya. Untuk kopi O seharga Rp 4.944,- tentu ini harga diskon ya teman. Tapi murah kan dibanding kopitiam yang lain? Oia, karena pekat kopinya, maka setiap hidangan kopi disertai air putih dingin, untuk menetralisir rasa. Nggak cuma kopi, banyak kok menu teh, wedang wuluh dll. Untuk makanan dikategorikan sarapan, makan siang, dan makan malam. Yang juara, di sana ada panini. Yum...yum...yum.... 

Selamat mencoba.

Oiya, titipan temen nih untuk promoin "Kupinang Kau Dengan Bismillah". Nonton yaaaaa....Hmmm, kayaknya sih bakal beda sama sinetron yang lain-lain.

Senin, 11 Juli 2011

Cemburu itu peluru


Baru kelar baca semalam.

Bagi yang mempunyai akun twitter pasti sudah tak asing lagi dengan akun @fiksimini. Cemburu Itu Peluru adalah kumpulan fiksimini dari 5 penulis. Kelima penulis ini sehari-harinya sebenarnya bukanlah penulis.  Mereka masing-masing mempunyai profesi yang berbeda-beda. Persama dari mereka adalah mereka suka menulis. Mereka adalah Novita Poerwanto (perbankan), Andy Tantono (wiraswata), Erdian Aji (mantan vokalis Drive), Oddie Frente (karyawan swasta), Kika Dhersy Putri (creative director).

Diantara kelima penulis, Kika jawaranya. Semua endingnya mampu membuat orang ternganga.


Di novel ini dibundling juga DVD film pendek. Ah, keren-kerenlah. Ini contohnya





Satu lagi yang saya suka. Baby blues. Buatan Jam Pasir studio *dadah-dadah sama mas Ari* Sayang di you tube nggak ada. Ya iyalah kalo ada di You tube semua mah nggak usah jualan *dikeplak*.

Lalu? Menulis itu mudah....katanya ^^

Minggu, 10 Juli 2011

Crazy Little Things Called Loved


Naksir senior itu memang cerita tiada akhir :p Jaman-jaman SMP, puppy love. Film ini bikin inget ketika naksir tetangga sebelah. Hehehe...kemana ya tetangga sebelah saya itu? :)) Tiap pertandingan basket selalu mantengin. Halah :)) Film yang lucu untuk ditonton.

Selasa, 14 Juni 2011

korean BBQ with a little Mexican twist.

Thank in advance for Goorme and also Kogyo as sponsor.

Saya itu sangat tidak yakin ketika harus membuat tulisan mengenai makanan. Apa yang dilihat dan apa yang dirasakan pasti ada yang tertinggal dan nggak mungkin tertuliskan dengan gamblang. Too flowery, but I'll try :p

Kogyo, korean BBQ with a little Mexican twist. Di Surabaya adanya di Surabaya Town Square unit 1 - 46 Surabaya. Sesuai dengan judulnya, Kogyo menyajikan makanan Korea dan juga makanan mexico. Di sini ada makanan Dolsot Bimbimbap. Itu lho nasi campur-campur khas Korea. Tapi malam itu saya dan Gym memesan dua jenis. Gym masakan Korea dan saya masakan Mexico.

Burrito
Burrito adalah salah satu makanan khas Meksiko. Makanan ini terdiri atas tortilla gandum yang diisi dengan berbagai macam daging seperti daging sapi, ayam atau babi (di Indonesia isi babi mungkin jarang ada kali ya), keju, tomat, kubis, sour cream. Kata burrito, dalam bahasa Spanyol, berarti "keledai kecil". Nama ini mungkin diberikan karena bentuk ujung tortilla gandum yang telah digulung mirip dengan telinga keledai. Atau mungkin juga burrito mirip dengan kantong-kantong yang biasanya digendong oleh keledai di Amerika Selatan. Uhm....mirip kebab tapi rasa kejunya yang menonjol.
 
Kimchi
Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah. Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.


Mojito
Sebuah mojito biasanya dibuat dari bahan:  gula, limun, air soda, dan daun mint. Kombinasi antara rasa manis, limun yang segar. Minuman ini sangat populer sebagai minuman musim panas di Dunia Barat. Dalam membuat mojito, air perasan limun ditambahkan pada gula dan daun mint. Campuran ini lalu dilumatkan secara halus dengan sebuah pelumat. Daun mint hanya boleh memar sedikit untuk mengeluarkan minyaknya dan tidak boleh diiris kecil-kecil. Akhirnya minuman ini ditambahi dengan es batu dan air soda. Daun mint dan sepotong limun dipakai untuk menghias gelasnya.


Ja jang myun
Makanan Korea populer. Yang membuatnya terkenal adalah saos kedelai hitamnya yang salty - not sure ini kecap apa bukan :p - 

Minggu, 05 Juni 2011

9 Summers 10 Autumns

Pic From Here
Love is never easy, here in New York City - hal 82
I can imagine if there's nothing in my pocket, But I can not imagine if there's no knowledge in my mind and religion in my heart. They are my other suns in my life - hal 147
Ada kebanggaan mengisi relung begitu saya menyelesaikan membaca 9/10. Sebuah kisah menginspirasi banyak generasi muda Indonesia. Kisah perjuangan bagaimana merubah nasib. Dari kaki gunung Panderman menuju Big apple - Saya masih menyimpan mimpi bisa menginjakkan kaki di NYC - Buku ini bukan sekedar menjual mimpi tapi cerita tentang bagaimana keberanian untuk menembus batas ketakutan.
Btw,  saya jadi semakin yakin. Pendidikan yang baik dan berkualitas bisa menjadi jembatan menuju kehidupan lebih baik.
Dan menceritakan juga bagaimana perjuangan seorang ibu memberikan semangat bagi putra-putrinya. Jika kelak saya dipercaya menjadi seorang ibu, semangat kegigihan ibu Ngatinah patut diteladani.
Virus @Iwan9S10A perlu disebarkan lebih banyak lagi.

Sabtu, 04 Juni 2011

Kedai 1001 Mimpi


"Ternyata benar apa kata orang-orang : There's a thing that money can't buy. it called ATTITUDE"
- Hal 371 -

Message From Heaven

All mankind is from Adam and Eve, an Arab has no superiority over a non-Arab nor a non-Arab has any superiority over an Arab; Also a white has no superiority over black nor a black has any superiority over white except by piety and good action. - The Prophet Muhammad's Last Sermon - Hal 443-

Catatan Valiant Budi a.k.a @Vabyo, seorang TKI di Saudi. Cara berceritanya yang cerdas dan komikal, caranya mentertawakan duka dan kesialan membuat kita terperanjat lalu cekikian sendiri. Sebagian dari kita, mungkin tidak nyaman, bahkan marah setelah membaca kisah Vabyo. Sebagian dari kita bisa jadi merasa terganggu karena kesulitan memisahkan Saudi dan Islam sebagai identitas yang berbeda. Apa yang dialami Vabyo, bisa menjadi bahan bercermin, bahwa stereotyping memang nyata ada di lingkungan keseharian kita. Di satu sisi kita menolak untuk bertanggung jawab atas tampilan identitas bangsa, ras dan agama kita, tapi di sisi lain, dengan mudahnya kita menarik kesimpulan negatif tentang bangsa, ras, agama tertentu dikarenakan aksi minus individunya.

Btw, setelah baca buku ini saya tertarik pengen tahu penyanyi-penyanyi di jazirah arab. Nih, nemu satu Nancy Ajram yang duet sama K'Naan. She is cute, isn't she?


Kamis, 19 Mei 2011

Source Code


Source Code adalah film mikir penuh sensasi dipadu aksi ilmiah yang menggali unsur-unsur metafisik, filosofis, dan emosional alam semesta alternatif. Ketika film-film sebelumnya banyak mengisahkan seputar perjalanan waktu, Source Code menerobos ruang waktu ke alam semesta paralel, di mana Anda dapat mengulang dan memutar kembali skenario berulang-ulang, untuk menghasilkan perubahan di alam semesta kita sendiri.

Pada awal film, penonton didorong masuk ke dalam dunia Kapten Colter Stevens (Jake Gyllenhaal) yang terasa bagaikan anak baru lahir, tersesat dan tidak tahu apapun. Colter menemukan dirinya dalam situasi yang aneh, sedang naik kereta komuter Chicago namun tidak ingat siapa dirinya atau bagaimana ia bisa sampai di sana.

Christina (Michelle Monaghan), perempuan yang duduk di hadapannya, bertingkah seolah-olah mereka sudah saling kenal selama beberapa waktu, namun Colter merasa seolah-olah mereka baru saja bertemu. Namun yang lebih aneh lagi, setelah delapan menit, kereta meledak dan Colter terbungkus dalam satu ruang sempit di mana akhirnya Colter menemukan dirinya terlibat dalam proyek yang disponsori pemerintah bernama Source Code.

Proyek ini memungkinkan dia untuk memakai tubuh dan identitas orang lain di alam semesta paralel, tapi hanya untuk delapan menit terakhir kehidupan orang ini. Pada misi khusus ini, tugas Cloter adalah menemukan dan menghentikan pelaku bom kereta Chicago sebelum serangan teroris berikutnya. Melalui tiap upaya delapan menit, ia menyingkap lebih banyak petunjuk dari orang-orang dalam kereta dan kian jelas menguak identitas teroris. Tetapi akankah ia mampu menggagalkan pengeboman dan akhirnya mencegah jutaan orang dari kematian?

Konsep menarik tentang pengorbanan, tugas, dan berharganya hidup. Terlepas apakah Anda hanya memiliki delapan menit sisa hidup atau berapa pun, ini mengenai bagaimana Anda menghargai dan menghabiskan setiap saat dalam hidup yang diperhitungkan.

Tema menyeluruh lain yang dieksplorasi dalam Source Code termasuk gagasan alternatif dan realitas alam semesta, moralitas riset militer, dan melakukan sesuatu yang benar, bahkan jika pada akhirnya akan melibatkan pengorbanan.

Film ini memang mikir. Sekaligus memaksa saya untuk merenungkan kehidupan saya sendiri. Apakah saya sudah menghargai setiap detik karuniaNya?

Jumat, 11 Maret 2011

Alena - Selubung Cinta di Muzdalifah


"Tuhan memang tidak pernah salah memasangkan manusia. Dan Tuhan juga tak pernah abai akan setiap pinta hamba-Nya" Hal.253

Alena, seorang muslimah yang sukses dalam karier tetapi masih jomblo. Tatkala mantan kekasih masa SMA-nya, Haikal, menawarkan pertunangan, dia tak punya pilihan lain kecuali menerimanya. Sebenarnya, jauh di dasar hati, Alena masih belum mantap. Hubungannya dengan Haikal datar-datar saja, nyaris tanpa gejolak dan membuatnya bosan.

Ketika Alena mendapat kesempatan pergi hati ke tanah suci, dia bertemu mahasiswa indo Arab di Muzdalifah. Khaidir yang kuliah di Yordan adalah seorang backpaker. Ternyata pesona Khaidir sempat menyihir Alena dan membuatnya bimbang, apalagi Khaidir adalah seseorang yang senantiasa romantis dan penuh perhatian.

Alena takut ibadah dan hatinya rusak. Maka saat kembali ke tanah air, dia berusaha menganggap perasaannya kepada Khaidir hanya semusim lalu. Alena pun memutuskan berteguh pada pertunangannya. Akankah Alena meraih kebahagiaan dengan keputusannya?
...

Kemarin pas naik mobilnya Bune, di jok belakang nemu buku ini. Hehehe...berhubung yang bersangkutan lagi nyinden di Banjarmasin, saya pinjam. Ceritanya bagus. Berlatar belakang perjalanan haji. Insyaallah ya, saya dan cinta fitri bisa berhaji bersama ^^. Membacanya membuat saya jadi bersyukur akan kasih Tuhan. Memahami kalimat berserah. Percaya bahwa rencanaNya jauh lebih besar dan lebih indah.

Minggu, 06 Maret 2011

The King's Speech

Last friday went out with bune, bune's husband, and also kakak watch King's speech. The British monarchy saga "The King's Speech" reigned at the Academy Awards with 12 nominations, then won four Oscars.

After the death of his father King George V (Michael Gambon) and the scandalous abdication of King Edward VIII (Guy Pearce), Bertie (Colin Firth) who has suffered from a debilitating speech impediment all his life, is suddenly crowned King George VI of England. With his country on the brink of war and in desperate need of a leader, his wife, Elizabeth (Helena Bonham Carter), the future Queen Mother, arranges for her husband to see an eccentric speech therapist, Lionel Logue (Geoffrey Rush). After a rough start, the two delve into an unorthodox course of treatment and eventually form an unbreakable bond. With the support of Logue, his family, his government and Winston Churchill (Timothy Spall), the King will overcome his stammer and deliver a radio-address that inspires his people and unites them in battle.

Rabu, 15 Desember 2010

Habibie & Ainun


Pak Habibie, ya begitulah pak Habibie :-) Saat saya membeli buku ini saya pikir buku ini akan berisi ribuan kalimat melankolis dengan alur yang dramatis. Begitu membacanya hancur sudah bayangan saya. Yang saya temukan justru banyak cerita ilmiah. Ya, khas pemikiran orang-orang teknokrat. Tapi justru bikin saya terharu. Seperti cerita metode thermoelastisitas - yang saya sendiri nggak ngeh sebelumnya - dan kelahiran putra pertama beliau. Ilham Akbar Habibie. Itulah romantis, walau tidak dihadirkan dalam bahasa menye-menye.

Beberapa kalimat saya suka akan saya kutip di sini :

"...Semangat dan energinya, memang lebih dari rata-rata orang. Kami sekeluarga terbawa dalam kehidupannya. Waktunya untuk anak-anak makin harus dicari-cari. Mulailah saya merangkap menjadi ayah dan sopir anak-anak. Ia menghendaki istrinya mengikuti dan mengimbangi kemajuan karirnya. Tanpa mencampurinya, istri harus mengetahui bidang pekerjaan suami. Istri harus bergaul dengan lingkungan kerjanya: ilmu, teknologi, bisnis internasional pada tingkat yang semakin tinggi. Berat rasanya istri harus mulai ikut meninggal-ninggalkan anak. Trenyuh rasanya melihat rambut anak-anak gondrong ditinggal ibunya berminggu-minggu, mendengar mereka tidak mau makan karena bukan masakan ibunya. Tetapi saya menjadi sadar mengimbangi suami merupakan keharusan. Dan alhamdulillah, Ilham dan Thareq pun dapat mengerti. Mereka pun mau membantu" Hal 46

"Ainun adalah lucky angel dan saya lucky man, demikian hubungan kami karena cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi telah menjadikan kami menyatu" Hal 120

"Untung ada Tuhan. Untung saya percaya dan yakin ada Allah SWT. Untung saya mampu memanjatkan doa dengan bahasa getaran nurani penuh dengan keyakinan akan didengar oleh Allah SWT. Untung ada agama. Untung saya dan Ainun sangat religius. Kalau tidak mungkin susah kami atasi ini semua". Hal 283

"Pada suatu hari, baru sekitar pukul 12.00 diperbolehkan masuk ke ICCU kamar Ainun. Saya dua jam terlambat, walaupun sejak pukul 09.30 sudah menunggu di kamar tunggu ICCU. Hal itu terjadi, karena keadaan darurat akibat pelaksanaan operasi yang tidak direncanakan sebelumnya. Maka semua pengunjung belum diperbolehkan masuk ke ICCU. Baru sekitar pukul 12.00 saya masuk. Ketika masuk, Ainun sedang menangis. Saya langsung bertanya : Ainun mengapa menangis? Sakit? Ainun menggelengkan kepalanya. Lalu mata saya mengarah ke alat-alat elektronik dan segala peralatan yang dipasang di tubuh Ainun sambil mengucapkan "Takut sama peralatan ini?" Ainun menggeleng kepalanya lagi. Saya mengerti sekarang. Kamu mengira telah terjadi sesuatu dengan saya? Baru Ainun mengangguk kepalanya" Hal 288

Buku ini layak dibaca. Bercerita tentang sejarah Indonesia 40 tahun terakhir, cerita teknologi, politik bangsa, dan tentu saja cinta. Cinta selama 48 tahun. Cinta yang menjadi rahmat dari Tuhan. Cinta yang penuh kejujuran, yang tentu saja tidak mudah. Nilai spiritual yang nyata.


Rabu, 13 Oktober 2010

Eat, Pray, Love


I think Elizabeth Gilbert's story is common in life. It's normal when we are asking our self , who am i going to be? , what should i do? , what does it for ?, and many more question pop up in mind. She spent in Italy,eating and enjoying life. She spent in India,trying to find her spirituality. And she ended the year in Bali, looking for balance of the two and love. What about yours? Do you (still) looking for one? I do. Not really looking for, I've figured it out, but i need learning more to keep all work well, in good direction of course.

Anyway, I like this one : When Ketut Liyer gave an androgynous figure, hands clasped in prayer, the figure has four legs, And where the head should be, wild foliage of fern and flowers. A small smiling face is drawn over the heart. That picture means, keep grounded so it's like you have four legs that way you can stay in this world, also, no looking at world through your head, look through your heart instead. That way you will know God.

I've read the book and also watched the movie. You should watch it. Christine Hakim looks so gorgeous.

By the way don't you think Bali looks amazing in this movie? Thanks to Liz Gilbert to show Bali to the world.

PS : If there's a mistake or two, I'll revise ^_^




Sabtu, 09 Oktober 2010

Wall Street, money never sleep

Michael Douglas is back in his oscar - winning role as one of the screens most notorious villains, Gordon Gecko. And also Shia LaBeouf is a bike-riding hot-shot broker*Slurrrpp*. A movie by Oliver Stone, Wall street Money never sleeps. It is a sequel to the 1987 film Wall Street.

This movie is about money. Money is a complex commodity that needs to be comprehended through gimlet - eyed explorations of stock market indices, the financial papers and business channels on television. The appeal of power and bucks! Try to described what had happened in 2007. About a huge financial crisis.

Shia LaBeouf may be the ‘it boy’ of the moment but he can really act. I don’t think that his action flicks show-cased that. (In 2007, he starred in Transformers, and the following year he appeared in Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull as Indiana’s son.). LaBeouf proves he can take on a mature roll and that he is not just an unlikely boyfriend for Jennifer Fox in an action movie.
Money Never Sleeps, for better or for worse, is the Wall Street our generation gets. It’s a time capsule from 2010, equally relevant window into our languishing economy. In twenty years, we can only hope it all looks like science fiction. In the other hand, a good fashion style drives LaBeouf look hot :p

Sabtu, 14 Agustus 2010

PROVOKED - Speak up!


"In prison she found freedom"

Provoked is a 2007 UK movie. A film by Jug Mundhra and starring by Aishwarya Rai. Kiranjit Ahluwalia, a homemaker and mother of two, living in UK with her 2 children and abusive, alcoholic husband, Deepak Ahluwalia. Unable to bear the brutality and repeated rapes at the hands of her spouse, she sets fire to his feet while he is sleeping, unintentionally killing him. Charged with murder, her case comes to the notice of a group of social workers running an under funded organization called the Southall Black Sisters.

This movie is based on a true story and Kiranjit Ahluwalia gives an award by Prime Minister's wife Cherie Blair for her crusade against domestic violence.

I have no idea. Is it typical of Asia female? In Fact that you could just leave your husband who did domestic violence or turn him into the police or hundred other options. And the truth is almost similiar case found here. I know it's difficult to leave the one you loved. But other options make you happy.

Speak up! You deserved to be happy






Selasa, 20 Juli 2010

INCEPTION, it called 'mind orgasm'


I've just had mind orgasm!!!

Inception keren banget. Skenarionya keren. Kok ada gitu orang yang sempat menggambarkan 'mimpi' dalam bentuk lain. Yes, as i known. Biasanya 'mimpi' digambarkan kayak film-film ala walt disney. Atau ala ABG, bahwa 'mimpi' itu adalah cita-cita. Ini beda. Inception gokil sampai ubun-ubun *Well, it's Le to the bay :p

Eh..eh...jangan kuatir...saya nggak berniat spoiler, lho *. Nggak jadi dilempar telur busuk.

Nggak salah kalo film ini urutan pertama dimana-mana. Box office lah bahasa kerennya. Ih, saya mau lho punya imajinasi out of the box macam Christoper Nolan. As writer and director. Ini butuh bertapa berapa lama ya??? Belum lagi akting Leonardo Dicaprio. Saya jadi inget pas SMP, ketika film Titanic main. Titanic masuk 14 nominasi Oscar tahun 1997 -CMIIW- tapi Leonardo Dicaprio nggak masuk. Aku ngomong ke Yudi Kemal, "He's a great star. Not now but one day he will win".

"Inception" is an excellent and breathtaking movie that may be one of the only films released in 2010 that lives up to its hype. It is a nearly perfect and highly original film that holds your attention until the credits roll. The less you know about this movie going in, the more you will be entranced by seeing it :p

Uhm, oke. Seperti janji saya dari awal nggak mau spoiler. IMO, cerita itu nggak sulit dimengerti segimana beberapa orang bilang. Nolan cuma ingin menegaskan : HATI-HATI DENGAN MIMPIMU. Hidup dalam mimpi akan mendapatkan dua hasil kemungkinan. Mimpi membantu kamu menjadi arsitektur untuk sebuah tujuan. Atau, kalo kamu nggak hati-hati, mimpi akan membuatmu terperangkap. Limbo seems like reality.

Di gambarkan jelas. Hidup 'terperangkap' dalam mimpi kayak zombie. Fatamorgana. Not worth enough. Jadi, mimpilah setinggi langit. Berimprovisasilah dalam mimpimu, tapi jangan lupa kembali 'pulang' untuk bangun DAN MEWUJUDKANNYA.

Hehehe...selamat nonton.

Btw, i should tell Yoris. "Kalo pekerjaan kayak Dom Cobb itu ada. berarti, ada tuh pekerjaan tidur tapi dibayar" :p

Selamat bermimpi!!! Tapi jangan bermimpi sambil nonton ya ;p




Sabtu, 26 Juni 2010

Paa : Kesalahan terindah ^_^


Betul kata tag line-nya... a very rare father-son, son-father story. Bagi pencinta bollywood, akting Amitabh dan Abhisek Bachchan nggak usah diragukan. Yup, film Paa ini diproduksi oleh AB Corp. Nggak lain AB singkatan dari Amitabh/Abhisek Bachchan. Project movie bapak dan anak. Uhm, apa istimewanya dari film mereka sebelumnya?! Nah kan...biasanya Amitabh jadi ayah, Abhisek jadi anak, just like their ordinary life. Tapi, di film Paa ini, justru dibalik. Hahaha...saya juga nggak nyadar sampai akhir, kalo pemeran anak usia 12 tahun itu Amitabh. Baru setelah saya ingat di ending movie, "Lha, Amitabhnya mana?" Hihihi...

Jadi ceritanya, Amol (Abhisek Bachchan) dan Vidya (Vidya Balan) ketemu di Cambridge (tipikal film india), pacaran, lalu Vidya hamil. Keduanya sedang dalam puncak ambisi. Yang laki anak politikus dan pengen jadi politikus dan yang perempuan pengen jadi ginekolog. Amol minta digugurkan, karena menikah diusia sedang menapak karir akan jadi runyam, lalu Vidya pulang ke India bikin pengakuan ke ibunya kalo dia hamil. Sebagaimana Indonesia, punya anak tanpa suami pasti akan dapat cap negatif di kehidupan sosial. Namun, ibunya Vidya cuma nanya : "do you want child or not?" Dan diputuskan mempertahankan kehamilannya.

Lahirlah baby boy bernama Auro (Amitabh Bachchan). Sayangnya, dia terkena sindrom Progeria. Tapi diantara kekurangannya itu dia tetap cerdas. Hingga akhirnya kecerdasannya -atau faktor luck ya- dia bisa ketemu sama bapaknya lewat Vision India Award.

Jangan dibayangkan akan terjadi alur lebay macam sinetron kita. Justru masuk dalam inti ayah-anak momen bikin menyentuh. Sampai Auro syok dengan arti kata "Bastard". Di momen rumah sakit inilah Amol sama Vidya ketemu. Percakapan yang dibuat juara banget. "Dengan punya anak, bukan berati kamu bisa disebut ayah".

Sayang, film dengan deep meaning ini pasti susah masuk bioskop Indonesia. 3 idiots aja nggak nyampe Surabaya.

Kadang, orang dewasa harus belajar pada anak-anak ^_^

Ini film juga bagus ditonton para politikus Indonesia. Nggak ngakuin anak, fatal akibatnya. Jeng...jeng...jeng!!!

Have a great weekend and have fun with your love ones!

Jumat, 30 April 2010

Alangkah lucunya (negeri ini)


Jenis Film : Comedy Satire
Produser : Zairin Zain
Produksi : Citra Sinema
Pemain :
-. Reza Rahadian
-. Deddy Mizwar
-. Slamet Rahardjo
-. Jaja Mihardja
-. Tio Pakusadewo
-. Asrul Dahlan
-. Ratu Tika Bravani
-. Rina Hasyim
-. Sakurta Ginting
-. Sonia
Sutradara : Deddy Mizwar






Muluk (Reza Rahardian) seorang sarjana S1 Manajemen yang hampir dua tahun lulus dari bangku kuliahnya. Walaupun begitu setelah masa pendidikannya itu, ia belum juga mendapatkan pekerjaan yang bisa dibanggakan kepada ayahnya Makbul (Dedi Mizwar). Sampai akhirnya Muluk mendapati seorang bocah di pasar sedang mencopet dan memergokinya yang akhirnya membawa Muluk pada pekerjaan barunya.

Perjumpaan Muluk dan Komet (Angga) membawanya bertemu dengan Jarot (Tio Pakusadewo) yang notabene adalah bos para pencopet. Jarot dengan rapi mengorganisir sekelompok pencopet yang berjumlah hampir 20 anak di bawah umur dan membaginya menjadi tiga kelompok copet yang terdiri dari copet pasar, copet mall dan copet angkot. Walau sedikit kaget dengan apa yang ia dapati di sebuah rumah tua yang kumuh, dari sinilah muluk mendapatkan ide cemerlang untuk para pencopet cilik ini.

Di tempat lain Syamsul (Asrul Dahlan) sarjana pendidikan yang juga masih menganggur, merasa putus asa dengan nasibnya yang tak kunjung membaik. Setiap hari waktunya dihabiskan dengan bermain gaple di gardu hansip. Sedangkan Pipit (Tika Bravani) yang merupakan anak ustad H.Rahmat (Slamet Rahardjo) memiliki kebiasaan mengikuti kuis-kuis di TV dan mengirimkan undian berhadiah. Keduanya akhirnya diajak Muluk untuk menjalakankan proyek yang diberi nama oleh Muluk pengembangan sumber daya manusia. Ketiga sahabat ini tanpa lelah mencoba mengubah pola pikir para pencopet ini agar tidak lagi mencopet. Berhasilkah usaha Muluk dan kedua sahabatnya itu mengubah nasib para pencopet? Dan bagaimana reaksi pak Makbul dan Haji Rahmat begitu tahu kalau anaknya menerima gaji dari mencopet?

Film arahan sutradara Dedy Mizwar sepertinya garansi untuk sukses. Namun rupanya kemarin masih kalah dengan IRON MAN ^_^' Padahal film ini bagus sekali. Hanya orang yang benar-benar cinta negeri ini yang sanggup menulis scriptnya. Nonton film ini bagi saya bagaikan ditampar berkali-kali. Kalimatnya menusuk tapi disajikan dengan bahasa lucu. Seperti reaksi Pipit ketika tahu calon muridnya itu pencopet. Mukanya begidik ngeri, lalu Muluk berkomentar : "Kenapa lo? Liat koruptor di televisi biasa aja, kenapa sekarang lo ketakutan liat pencopet". Betul itu realita. Belum lagi kalimat pak Jarot ketika tahu kalo pencopet ogah berubah jadi anak asong :"Jadi pencopet sampai tua tetep aja miskin, beda sama koruptor. Keluar penjara tetap aja kaya. Karena mereka berpendidikan".

Betul. Sepertinya saya semakin permisif dengan koruptor tapi antipati dengan pengasong, penjual koran, PKL. Secara tidak langsung koruptorlah pencipta semua itu. Para pengasong, penjual koran, PKL adalah orang yang dengan keringat mencari sesuap nasi. Kalo dipikir, PKL, pengasong, penjual koran, perlu ditertibkan bukannya dilarang. Kata-kata : Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Hiks! Jadi ingat perjuangan adikku kerja sosial di liposos.



Selasa, 13 April 2010

" 9 "

Aku suka sekali film ini. Walau kata neng Lala ini film nggak kamsud. Endingnya kayak berhenti di pinggir jurang. Mau loncat atau nggak, nggak ketahuan :p


Nine, drama musikal tentang Guido Contini (Daniel Day-Lewis), seorang sutradara terkenal bahkan sudah menjadi maestro. Di Nine diceritakan dia sedang mengalami kebuntuan kreatifitas dan juga peliknya problem kehidupan. Guido berusaha menyeimbangkan hidupnya untuk beberapa perempuan. Istrinya (Marion Cotillard), selingkuhannya (Penelope Cruz), artisnya (Nicole Kidman), designer wardrobe filmnya (Judi Dench), Journalis Vogue (Kate Hudson), penari erotis (Fergie), dan tentu saja ibunya (Sophia Loren).

Ia sulit mendapatkan inspirasi baru untuk kembali berkarya. Sehari-hari ia selalu dikelilingi wanita-wanita cantik, ia juga memiliki seorang istri yang baik dan cantik, Luisa (Marion Cotillard), tapi juga menjalin hubungan asmara dengan seorang wanita bernama Carla (Penélope Cruz).

Dan sempat hampir masuk perangkap Stephanie (Kate Hudson), seorang jurnalis Vogue. Masalah bertambah, hubungannya dengan Claudia (Nicole Kidman) yang menjadi pernah menjadi sumber inspirasinya pun jadi semakin rumit karena Claudia menolak untuk menjadi bagian di filmnya lagi. Semuanya perempuan pada saat yang sama ingin merebut hatinya dan ingin menjadi yang paling spesial. Saat Maestro Contini merasa benar-benar terpuruk, membawa kenangan pada sang mamma (Sophia Loren), ia kembali ingin sebagai anak kecil dalam lindungan ibunya, ia juga kembali kepada memory seorang perempuan dari kenangan masa kecilnya Saragina (Fergie).









Di saat memasuki umur paruh baya, ia masih terjebak dalam sifat 'anak-anak', masa-demi masa sampai di usianya yang ke 40-an rupanya belum kunjung membuatnya menjadi pria matang dan dewasa, sehingga ia sulit memadukan tuntutan pekerjaan secara bersamaan dengan kesenangannya untuk berpetualang cinta, semuanya tidak dapat terkelola baik, malah kemudian semuanya itu tidak lagi memberinya kenikmatan. Sang Maestro di dalam keterpurukannya itu beruntung masih memiliki orang kepercayaan sekaligus penata busananya yang kemudian menjadi seorang sahabat dan motivator, Lilli (Judi Dench), sehingga pada akhirnya ia dapat kembali berkarya dan kembali dalam upayanya mengambil hati satu perempuan yang paling dicintainya diantara semuanya. Sisi psikologis lelaki paruh baya itulah yang menjadi tema cerita, dan yang membuat film ini berkesan.

Walo bingung juga, itu kan tujuh perempuan, tapi kenapa judulnya "Nine" bukan "seven". Overall musik, koreografi yang sangat latin memanjakan kuping saya.