Sabtu, 13 Oktober 2018

Small Foot


Film animasi sekarang ini temanya sudah real – world issues. Bercerita tentang komunitas yeti yang tinggal di puncak gunung es.  Yeti atau yang disebut big foot ini dibesarkan dengan sistem kepercayaan bahwa di bawah awan tidak ada apa-apa. Hanya ada lubang gelap tak berujung saja. Namun tentu saja ada sekelompok kecil yang beranggapan sebaliknya.


Migo, yang tentu bukan bagian dari kelompok kecil itu , terkejut ketika mendapati pesawat yang menabrak gunung mengeluarkan small foot dari dalamnya. Ketika Migo menceritakan kejadian ini justru malah mendapatkan hukuman. Hal ini membuat Migo terhubung dengan kelompok yang percaya jika di bawah awan ada kehidupan lainnya. Kemudian petualangan dimulai. Migo memutuskan menngikuti eksperimen turun ke kaki gunung.


3 pelajaran yang bisa dipetik dari film small foot :

Penasaran dan mencari tahu jawabannya itu wajar


Keingintahuan anak-anak begitu besar. Mereka mempertanyakan banyak hal yang terkadang bikin pusing kepala orang besar. Dan kita juga sepakat tanpa rasa penasaran, tidak mungkin penemuan-penemuan besar ada.

Berani mengatakan kebenaran

Menceritakan hal dari sudut pandang yang berbeda dari yang diyakini masyarakat luas tentulah tidak mudah. Dibutuhkan keberanian untuk mengatakannya. Sebagaimana Migo yang justru dihukum dengan diusir dari komunitasnya.

Integrity


“Apa integrity itu, mamah?” Tanya anak saya ketika Brenda berkata seperti itu ke Percy. Percy –  wildlife documentary filmmaker yang ingin mengangkat kembali ratingnya dengan membuat konten palsu laba-laba langka. Menjadi kaya, menjadi terkenal itu sah dilakukan, namun jika harus menggerus nilai-nilai kehidupan, apalagi kontennya palsu, tentu tidaklah baik dilakukan.

Film yang menarik untuk ditonton bersama keluarga. Selamat menonton.

Rabu, 29 Agustus 2018

Boyzone Bring Back The Memories

Minggu lalu Boyzone datang lagi ke Surabaya. Mereka pernah datang ke Surabaya tahun 1998. So, almost 20 tahun yang lalu. 20 tahun yang lalu, saya SMP kelas 2, mau nonton di GO SKATE tapi H-4 kakak yang mau nemenin nonton musti operasi kista di payudara. Baatal nonton deh waktu itu. Dan konser yang ini itu farewell konser mereka as a group.


Mereka konser di 3 kota. Bandung, Jogjakarta, Surabaya. Di Surabaya konser dibuka sama Citra Scholastika. Imut ya tenyata si mbak, Petite. Dia nyanyiin 2 lagu, everybody knew dan lagu barunya you don't have to go.


Terus gimana penampilan Boyzone? OMG! Mereka masih cool banget. Btw, sadar kah kalian, kalo anak-anak mereka itu sudah fasenya ABG. Hahahaha.....Aku juga sudah emak-emak. Tapi masih keren ya? Untuk usia mereka. Apalagi Keith, as good as a wine. Mereka nyanyi 20an lagu. Dan puas banget. Mereka juga menghadirkan potongan suara Stephen Gately. May He rest in peace. Yes this is the beginning of the ending. Btw, ini kali pertama aku nonton konser sejak jadi ibu. Thanks to my husband and my sons, kado ultahnya keren.


This is who we are itu lagu tahun 2014 yang aku suka banget tentang how we make a mistake but try to make up. Every single past is define who we are.


Ini lagu baru mereka yang ditulis bersama Ed Sheran. Because.

Selasa, 07 Agustus 2018

#Plasticfreejuly

Hahaha....i know, ini sudah bulan Agustus. Kelupaan publish sis.


So, yeah....kalo lihat di bulan lalu bertebaran tagar plastic free july di sosial media. Jadi maksudnya apa #plasticfreejuly ? Sebenarnya ini adalah gerakan global yang dipelopori oleh orang-orang di Australia Barat yang secara dramatis menggurangi penggunaan plastik dan meningkatkan proses daur ulang. Visi dan misi mereka sangat besar yakni dunia tanpa sampah plastik. Dengan harapan gebrakan di bulan July ini akan menjadi kebiasaan untuk seterusnya. Saya sadar, sehari-hari hidup kita dikelilingi plastik. Plastik murah dan mudah. Namun kemudahan itu ada yang harus dibayar di kemudian hari.

Hal kecil apa yang saya dan keluarga saya lakukan?

Bawa Rantang Dan Take Away Cup


Ilmu rantang itu didapat dari si mbah saya. Mbah Kung saya bekerjanya di lapangan. Beliau membawa rantang di mobil, kali-kali mampir beli soto, rawon, bakso. Apapun itu. Akhirnya jadi kebiasaan keluarga buat nyetok rantang di mobil. Btw, rantang itu bahasa indonesia kan? Hahaha. Lalu take away cup. Saya suka kopi. kalo memang niat minum kopi di kedai kopi, saya memilih cangkir. Kalo sudah niat take away ya bawa cup. Kedai kopi juga punya produk merchandise yang kece. 

Sedotan Pakai Ulang


Pola ini sudah saya terapkan sejak LiLo umur setahun, saat mereka mulai minum dengan bantuan sedotan. Bahan sedotan pakai ulang juga bermacam-macam. Ada bambu, stainless steel, silicon, atau plastik macam tupperware. Termasuk sumpit. Beli sumpit pakai ulang di Daiso.

Wet bags


Beberapa kali saya sempat bikin review tentang wet bags. Tas yang saya pakai untuk menampung pakaian basah habis berenang. Tujuannya untuk menghindari pemakaian tas kresek. Secara berenang bisa 1-2 kali seminggu.

Kantong Belanja


FYI, my mom kalo belanja itu suka di Lotte Mart Waru D/h namanya Makro. Di sana ngga pake kresek, Ya boleh ambil kardus tapi biasanya mamaku masukin bagasi aja. Dan itu juga jadi kebiasaan saya. Sekarang pun tote lipat juga seru-seru gambarnya.

Mainan Dari Barang Recycle


Lilo itu termasuk yang jarang beli mainan. Kemarin uang angpaonya dibelikan mainan dan dia tertarik dengan mainan green toys. Menurut labelnya ini hasil recycle dari milk jugs. Ini belinya waktu itu di Toys Kingdom.

Ada beberapa metode yang menurut saya berguna, tapi belum tahu ini bener apa salah, Yakni beli sabun, sampo family size. Ya, menurut saya dengan beli size family walaupun kemasannya dari plastik tapi ngga banyak-banyak juga sampah plastiknya. Memanfaatkan size Refiil, Aku juga ngga paham sih lebih efektif yang mana. Tetapi kalo di tempat tinggalku, ada ibu-ibu yang ngumpulin bekas refill sabun cair, sunlight, obat pel, katanya untuk kerajinan tangan tas. Dan satu hal yang belum bisa kulakukan adalah mengganti pembalut dengan yang ramah lingkungan. Padahal dulu dengan tabah memakaikan lilo clodi, giliran mau pake menstrual cup atau THINX maju mundur. Hahaha....

Semoga ini semua menjadi kebiasaan kita, untuk bumi yang lebih baik. Untuk generasi mendatang yang tidak soro-soro banget dengan perubahan iklim.

Merdeka!

Eh, masih related kan? Jadi tema bulan Agustus. Merdeka dari plastik :p

Minggu, 01 Juli 2018

Kulari ke Pantai


Kali ini beneran tentang film Kulari Ke Pantai. Masyaallah, Indonesia itu cantik bener ya. Ceritanya ringan buat anak-anak. Riri Riza dan Mira Lesmana memang punya standar bagus sih ya. Cerita tentang roadtrip ibu dan anak dan latar belakang konflik antar sepupu. Surprise ada Ligwina Hananto muncul jadi mama Mela. Kece! Jadi ingat kalo di QM dia bakalan nanya, "Tujuan loe apa?" Hahahaha... Dan tak lupa, Mukidi. "Hyu.....Wahyooooo!" Yang menggelegar. Juga pasangan Milly Mamet yang love banget.


Jadi ingat jaman dulu. Kalo liburan sekolah saya, adik, dan sepupu saya Paundra Paumpy dikirim ke rumah mbah. Main di sawah, sepedaan, camping di teras. Konflik antar kami? Jarang. Eh iya kan jarang kita berantem. I am the leader karena paling gede. Hehehe. Setelah SMA udah jarang karena summer course lah, apalah. Sekarang? Tambah lagi sukar ketemunya. karena based camp udah beda. Paundra Paumpy tinggal di Jakarta walo pekerjaannya kemana-mana. Alhamdulillah masih bersua via WA dan doa. Mungkin kelak musti diagendakan jadwal supaya silahturahmi tetap terjaga.


Pesan film yang paling kuat kutangkap, kadang kita dengan mudah menilai orang lain. Orang yang berbeda dengan kita, kita anggap buruk. Terkadang pula kita tidak memberikan kesempatan untuk mengenal sebelum judging.

Btw, kayaknya film ini bakal ada sequelnya, ya? Tahun depan road trip sama ayah.

Jadi Lilo, kapan kita ke Banyuwangi? Hahaha....rencana dari awal tahun belum terlaksana. Kita ngga akan lari ke pantai tapi kita jalan saja ke pantai. Duduk sambil ngudap jagung dan minum degan #eh

Kamis, 21 Juni 2018

Kulari ke pantai, belok ke hutan

Kulari ke pantai, belok ke hutan.... 
Hahaha.... Ini bukan postingan tentang film ku lari ke pantai, karena ya memang belum tayang. 

Btw, mohon maaf lahir dan batin ya wahai pembaca budiman. 

Gimana kabar long holiday-nya? Saya mau surhat setitik, eh, banyak 😂 masa hari raya (apapun) pastilah identik dengan kumpul keluarga, kumpul kerabat, dan muncullah drama 😂 kalo di saya, drama itu tidak dari keluarga ring pertama. Karena keluarga besar itu jumlahnya sedikit dan memang dekat. Biasanya baper timbul dari kerabat. Sepupu - semisal - seembuhlah dari eyangnya LiLo. Dan topik kali ini di bidang parenting, taradungces.

As you know sekolah LiLo sekolah biasa. Ngga Dwi bahasa, manggil gurunya bapak ibu guru, ngga 'ambisius' calistung, ngga banci lomba. Wis pokoknya niat dasar sekolah adalah memaksimalkan kemampuan motorik kasar halus pendidikan anak usia dini. Les pun hanya les musik di Yamaha. Itu pun karena anaknya kepo not balok dan saran dari psikolog-nya untuk melatih fokusnya. 
Masih berdasarkan penelitian tim psikiatri anak dari University of Vermont College of Medicine, latihan musik dapat membantu anak-anak menjadi lebih fokus pada apa yang mereka kerjakan. Korteks yang menjadi lebih tipis akibat bermain musik, bermanfaat mengatasi masalah konsentrasi anak dan membuat memori anak bekerja dengan baik.
Sedangkan  anak kerabat sekolah di tempat dwi, tri bahasa. Belum lagi ikutan kursus k*, mewarnai gradasi, gym, dsb dst dll. Mana saat kumpul keluarga si anak ngga petakilan, duduk ngerjain PR k* yang katanya bundle-an. Galaulah si eyang. Akankah kelak masa depan LiLo cemerlang? Akankah sanggup menghadapi hidup jika dari kecil ngga disibukkan dengan daftar padat merayap oleh momager. Jangan main mulu. Mamah garuk-garuk kepala yang ngga ketombean 😂


Well anyway.... Pertanyaan itu sungguh sukarlah dijawab. Saya bukan ahli nujum juga. Dan ya, di usia LiLo sekarang belajar itu memaknai pengalaman. Learning through playing. Tapi tidak kemudian melalaikan kewajibannya. Kalo kata Pak Ge, 'main itu karena waktu luang. Selama tidak ada kewajiban yang terbengkalai ya sudah' 😁 kalo risih banyak main, cek tanggung jawab terhadap kewajiban.


Ini ada video yang mungkin mewakili kami. Tidak menafikan kegunaan matematika dll tapi ada PR yang harus kami hadapi dulu, yakni :

umur 0 - 2 tahun Rutenya adalah membangun rutinitas
umur 1 - 3 tahun membangun keterampilan memilih
umur 2 - 4 tahun membangun keterampilan menawar (sebagai pembeli)
umur 3 - 5 tahun membangun keterampilan menawar (sebagai penjual)
umur 4 - 6 tahun membangun keterampilan berdagang (win-win transaction)
umur 5 - 7 tahun membangun keterampilan memperjuangkan keinginan
umur 6 - 8 tahun membangun keterampilan menghadapi resiko (mengalami akibat)
umur 7 - 9 tahun membangun keterampilan menghadapi resiko (mencoba solusi)
umur 8 - 10 tahun membangun keterampilan menghadapi resiko (membangun solusi)
umur 9 - 11 tahun membangun keterampilan menghadapi resiko (memeriksa solusi)
umur 10 - 12 tahun membangun keterampilan menentukan prilaku (mengatur strategi)
umur 11 - 13 tahun Program asuh didik tuntas, program pendampingan dimulai.

Mengetahui bakatnya ok, tapi jika dia tidak bisa mempejuangkannya sendiri karena diprovide ortu selalu ya buat apa. Masa ortu mendampingi terbatas. Doa ortu semoga anaknya selamat dunia akhirat.

Ini judging ngga sih? Mudah-mudahan ngga ya. Tidak ada cara yang salah selama tujuannya tercapai. Betul? Eh, tapi selalu ada resiko yang mendampingi. 

Selasa, 15 Mei 2018

Patronus Fuel

Kejadian pengeboman di Surabaya ini memang kayak dementors. Kota jadi lengang macam lebaran. Persis seperti adengan di Half-Blood Prince, dementors caused an entire city to constantly feel gloomy and grey. 


Kalo di Harry Potter cara menyingkirkan dementors pakai mantra patronus tapi dementors tidak benar-benar hancur sepenuhnya, sama seperti perasaan saya sekarang ini, cemas, ketakutan, kepikiran. Ya, #kamitidaktakut mungkin mudah dilakukan kalo kejadiannya ngga selemparan kolor. Lebih baik #SurabayaWani tapi rodo nderedeg :p Bukannya lebih baik acceptance daripada denial ya?

We can use it when we feel sad, when we feel surrounded by darkness, we don't think we'll ever feel happy again. We just have to think of a happy memory. That's not as easy as it sounds Which is why we need Patronus fuel. Di Prisioner of Azkaban, Harry juga tidak langsung berhasil. Karena kehidupannya di Dursley juga ngga happy :-) Begitupun di Order Of The Phoenix, Keadaan tidak lebih baik karena dia jadi saksi Cedric terbunuh dan Voldemort kembali, tapi dia lebih mudah fight back karena pengalaman masa lalu.

He could smell the dementor's putrid deaath - cold breath, filing his own lungs, drowning him - think....something happy....but there was no happiness in him....the dementor's icy fingers were closinng on his throat - the high - pitched laughter was growing louder and louder, and a voice spoke inside his head - "Bow tp death, Harry...it might even be painless...I have never died..." He was never going to see Ron and Hermione again - And their faces burst clearly into his mind as he fought for breath - "EXPECTO PETRONUM!" - Order of the Phoenix, Chapter 1
Yup, berita-berita itu memang membuat kita nano-nano. Marah, sedih, muak. So, stop all the news. Coba tenangkan diri dulu. Kalo kata Dumbledore, "Take these momments, these memories, the protection of your loved one with you into the battlefield of dementor. Look the dark, cold, grey world in the eye and refuse to let it take you down. Use your petronus fuel to fight back".

Good luck Guys! Doa dan usaha kita sama-sama buat menjaga Surabaya dan Indonesia. 

Sabtu, 21 April 2018

Young Living: RC, Raven & Breath Again

Commond cold sekarang ini ngga kenal waktu. Mau panas, mau hujan, tetep aja bisa kena batuk pilek. Kalo sudah kena batuk pilek, oil andalanku ya, RC, Raven, and breath again? Hah?! Kok banyak? 

So, apa bedanya RC, Raven, and Breath Again? All of them support respiratory system but when should you use each?

RC

RC itu campuran Eucalyptus (E. globulus), myrtle, pine, marjoram, Eucalyptus (Radiata), Eucalyptus (Citriodora), lavender, cypress, dan pappermint. Biasanya dioleskan di dada, punggung atau telapak kaki. Atau dipake bersamaan dengan diffuser.

Raven

Raven itu campuran Ravensara, lemon, wintergreen, pappermint dan Eucalyptus (Radiata). Meskipun lebih sedikit campuran oilnya namun ngga lebih less function daripada RC. Ravensara sebagai persilangan cengkeh dan pala juga mendukung sistem endokrin. Walaupun bisa dipake di diffuser tapi aku lebih suka dioles di leher, dada, dan punggung. 

Breath Again

Kalo mikir respiratory system mikir eucalyptus, ini si breath again campuran dari EMPAT eucalyptus. Yes, empat pemirsah. Eucalyptus (staigeriana), eucalyptus (globus), eucalyptus (radiata), eucalyptus (blue), rosehip, pappermint, copaiba, myrtle dan manuka. Dan karena ini roll on jadinya sudah dicampur dengan carrier oil. How would i apply breath again? Di dada, under nose, atau across the bridge of my nose. 

Lalu milih mana? In my opinion based on my experience Raven is stronger than RC. Tapi saya makainya lebih baik dicampur. RC di dada, punggung. Raven di telapak kaki. Dan RC di bridge of my nose (opo to istilahnya kalo bahasa Indonesia, sis?)

Salam sehat semuanya