Senin, 04 Mei 2015

Double Blessings

Saat saya hamil memang tak banyak bercerita di Facebook. Di twitter sesekali saya menyebut double blessings. Saya menuliskan cerita kehamilan di sini

Kehamilan kembar ini yang pertama di keluarga besar saya tapi tidak dari sisi suami. Namun LiLo cicit pertama yang terlahir kembar. Sayangnya uwak atau tante yang punya anak kembar tinggalnya berjauhan. Sehingga tidak bisa banyak sharing dan belajar dari mereka. Clueless soal anak kembar. So, let's me sharing.

General Advice :

1. Manage expectations dan be easy on yourself. Kehamilan multiple memiliki resiko lebih dibanding kehamilan tunggal. All the things you are going to do as a parent (e.g. vaginal birth, breastfeeding, etc.) may not work out as you had expected, or may not be as wonderful as you had thought.

2. Make sure your relationship with your partner is strong and that you communicate well. 

3. Relax and calm (as long as you can)

4. Hire a nurse sebelum melahirkan. Terutama jika keluarga tidak bisa membantu. Ini yang tidak saya prediksi sebelumnya. Saya mengharapkan bantuan eyang atau andung LiLo mengajari how to handle baby, tapi ternyata karena mereka sudah lama ngga ngurus bayi dan usia yang menua yang ada mereka senewen sendiri dengar tangis bayi. Dan mencari suster di jaman sekarang lebih susah daripada nyari jodoh #eh. Apalagi aturan yayasan 'kalo anaknya kembar ya suster harus 2'. Kenapa sebelum melahirkan? Ya supaya persiapan nyari suster ngga grubyak grubyuk. Kalo sesudah melahirkan nanti sakit kayak saya. Jatuh sakit karena kelelahan akut.

5. Spend some one-on-one time with each baby. Sampai sekarang dan nanti.

6. Asking the expert's advice. Bedakan ya antara seeking advice and solution atau sekedar curcol :p Saat hamil saya ikut Kelas AIMI namun ternyata nyusui tendem itu susah dipraktekkan. Jadi saya putuskan mencari bantuan konselor laktasi AIMI untuk ngelesi saya cara menyusui.

Masa Kehamilan :

1. Kehamilan cukup bulan itu 38 - 42 minggu. Kelemahan kehamilan multiple adalah lahir premature. Saya sendiri melahirkan 39 minggu 3 hari. Saran dari obgyn saya, jangan banyak berjalan. 

2. Don't travel somewhere at high elevation when you're far along in your pregnancy. It is hard enough to breathe with all of your organs squashed up to make room for two babies in your uterus. Babymoon jangan ke gunung ya.

3. Eat well. 

Melahirkan :

1. Diskusi sama obgyn, dokter anak mana yang terbiasa mengatasi bayi premature.
2. Shopping rumah bersalin yang ramah menyusui juga punya NICU.
3. Jangan memaksa 2 anak room in apalagi cuma berdua sama suami. Pengalaman saya SC memaksa room in dengan 2 anak dan saat itu cuma ada suami, kateter saya lepas --' Akhirnya saya terapkan metode gantian. Tentu dengan 2 jam nyusu ya.

Masa menyusui

1. Belajar menyusui dengan posisi tendem as soon as possible. Mereka suka lapar bareng, poop bareng, pipis bareng.
2. Walau tak bekerja tetap pompa ASI. Saya memberlakukan minum ASIP di malam hari. Biar ngga abuse tubuh aja.
3. Latih suami, suster, atau keluarga manajemen ASIP. Termasuk cara mencairkan. Idealnnya ngetrainning mereka pake feeder ya....tapi apa daya yang bisa cuma papaku. 

Lain-lain:

1. Walo punya suster, ajarkan suster untuk tidak menggendong jika tak diperlukan.

2. Berlatih penggunaan car seat sejak bayi

3. Stroller tedem walo berat tapi menolong ketika harus pergi sendirian. Ya kan? 2 stroller kalo sendirian nyurungnya piye? Mau gendong 2? ^^

4. Kondisikan rumah se-child proof mungkin. Karena 2 anak, usia sama, sedangkan 1 ibu cuma satu itu siwer. Walo masing-masing anak punya suster, mengkondisikan rumah child proof tidak ada salahnya, kan?


Double blessings are wonderful journey.

0 komentar: