Kamis, 30 April 2015

Tetangga adalah saudara terdekat.

Tetangga adalah saudara terdekat.

Salah satu hal yang patutlah disyukuri adalah ketika kita dirantau tak ada sanak keluarga, namun kita memiliki tetangga yang solid. Alhamdulillah. Beruntunglah keluarga kami bisa tinggal di rumah dinas yang pastinya satu tempat pekerjaan dan sesama perantau. 

Kemarin, Baim - anak tetangga, TK B - mencoba melakukan lompat halang rintang di net tennis. Sayang kakinya nyangkut di net dan 'Brukkk'. Sikunya menghantam keras lantai plesteran. Sikunya mlengse hingga tulangnya mencuat. Ibu-ibu - di ruang sebelahnya yang dibatasi pagar kawat - yang sedianya mau zumba sontak terinterupsi. Awalnya bunda Baim masih tenang. Begitu dia melihat tangan Baim lunglai, 'Mbak Primaaaa! Telpon mas Dian! Mas anang suruh pulang cepat'. Bunda Baim semakin histeris. Dan ibu-ibu lain berhamburan ke tengah lapangan. Bunda Baim dengan histeris mau ambil mobil, nganter anaknya ke UGD. Beberapa ibu ngejar. Histeris dan nyetir tentu bukan kombinasi yang baik. Alhamdulillah kantor - rumah cuma 5 menit. Mas Anang datang diikuti suami, Joe, pak Petrus, Satpam. Untungnya lagi perumahan kami dekat sama rumah sakit Advent. Baim sudah dilarikan ke UGD. Bunda, ayah panik membawa Baim ke UGD. Si Adik? Bengong aja di tengah lapangan. Sekali lagi, untung ada tetangga yang solid jadi Si adik ada yang jagain. 

Mungkin ada yang nyinyir. Yeah...di jaman individualistis dan matrealistis ini mana mungkin. Hahaha....what happend in Waletemboan sound impossible ya? Haduh!!! Gimana ya? Alhamdulillah waletemboan masih cerminan rasa Indonesia. Teposeliro, kekeluargaan, lan gotong royong. Kalo di tempat lain beda cerita, ya sory for your bitter life experience. Eh, tapi ngga juga sih. Adik saya hidup di Jerman, selain teman-teman PPI, tetangga satu apatermen cukup care. Bikinin bubur di kala kena typhoid. Pesan pak Naryo, dimanapun kamu berada tanamlah selalu darma baik. Inisiatiflah menawarkan bantuan. Orang baik akan dipertemukan sama orang baik.

Seperti kata Kak Firly, 'Jaga silahturahmi dengan tetangga apapun latar belakangnya. Karena ngga mungkin keluarga di seberang datang saat itu juga'.

0 komentar: