Senin, 19 Januari 2015

Bayam

Saya baru tahu kalo spinach itu bukan bayam yang kita makan biasanya. Tahunya dari googling : )) Bermula di Manado, bayam hijau susah didapat di pasar atau tukang sayur. Banyaknya bayam merah. Kalo mau bayam hijau belinya di hypermart atau Gelael. Entah karena di Gelael banyak orang asing yang belanja atau gimana, rak sayur tulisannya 2 bahasa. Indonesia dan Inggris. Terjemahan bayam bukan spinach tapi amaranthus. 

Horenso atau horinso (dari bahasa Jepang) adalah sayuran yang dimakan daunnya, dari genus Spinacia. Di Indonesia dapat dijumpai di supermarket dan dikenal sebagai spinach (dari bahasa Inggris), berbeda dengan bayam (Amaranthus). Horenso biasanya tidak cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia karena cepat berbunga sehingga tidak menumbuhkan banyak daun.

Bayam (Amaranthus) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan serta dikripik. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bening.

Bayam Petik
Bayam Cabut

Walaupun sering disebut "bayam," sebetulnya Spinacia berbeda dengan bayam yang dikenal. Rasanya pun berbeda.

Tidak jelas asal usul kerancuan ini, tetapi penerjemahan tulisan "spinach" dalam film kartun Popeye menjadi 'bayam' memopulerkan kerancuan ini. Penerjemahan itu sendiri dari sudut pandang ilmu gizi tidak terlalu salah karena keduanya sama-sama kaya akan besi dan spinach bukanlah sayuran yang populer di Indonesia.

Sumber: Wikipedia

Tidak ada komentar: