Jumat, 30 Mei 2014

Fly with Twin:-)

Alhamdulillah....kemarin perjalanan PP SUB - MDC - SUB LiLo koperatif banget. Sebelumnya udah ngerasain penerbangan Surabaya - Jogja, tapi ya cuma sebentar. MDC - SUB memakan waktu 2 jam 20 menit. Dan sayangnya pilihan maskapai dan jam ya cuman the one and the only Lion Air :)) Itu yang bikin nervous. But like usual, mom always lebay.

Pic From babycenter.com


-. Jangan datang mepet. Waktu yang longgar bisa bikin pikiran jernih :))

-. Masalah duduk ini tricky. Apalagi membawa twins. Saya prefer duduk agak belakang sehingga akses ke toilet lebih gampang. Namun jangan harap saya dan suami bisa satu deret. Jadi kami mesti terpisah lorong. Alasannya sih karena masker oksigen. Pada pesawat dengan deret bangku 3, masker oksigen tersedia 4. Kalo saya sama suami duduk jejer maka akan ada 5 orang dengan 4 masker. Tet tot. Saya lebih milih terpisah lorong daripada depan belakang. Karena.....rempong oper barang cynnnn. Ini yang perlu attention. Soalnya staf check in kadang ndak dong. Dikasihnya beda nomor (jauh) agak sebelahan. Ini sih perlu itimidasi ala mamak-mamak biar si staf kayak bandel.

-. Soal anak harus menelan sesuatu saat take off / landing agar kuping nggak budeg. Nyatanya nggak harus. Sepanjang they feel fine ya ndak usah dipaksa. Daripada mereka bete lalu ngamuk :p Kalo baca-baca titik rentan ada di 40 menit sebelum landing. Pas perjalanan Singapore-Japan depan saya ada ibu bawa balita nangis kenceng karena kupingnya sakit. Lalu pramugari ngasi gelas plastik, kapas basah air panas yang sudah diperas ditaruh di dasar. Taro gelas di kuping kanan-kiri macam pake headphone. Kapas berfungsi sebagai vakum sehingga tekanan di kuping lepas. Saya sendiri nyediain botol. Lebih enak dinenenin tapi karena ga bisa sebelah-sebelahan mending dibotol daripada cranky iri mau nen. Isi botol terserah mo sufor, uht, jus, asal bukan temulawak aja.

-. Apa hiburan LiLo selama di pesawat? Liam 2 jam 20 menit bisa bobok tapi Logan tidak. Hiburannya majalah Bobo, kenalan sama penumpang sebelah, atau konser. Maafkan polusi suara saya. Tapi tiap pergi jauhan saya selalu bawa mainan baru. Membangunkan excited mainan baru dikala mogok. Ya mainan kecil macam mobil-mobilan, dinosaurus family, atau binatang.

-. Keep calm and strong :))) Balita begitulah adanya. Bisa dianggap kerempongan bagi penumpang lain. Kemarin perjalanan pulang saya dan suami ditaruh berjejer dan itu baru sadar pas boarding. Pramugari berusaha minta tolong deret sebelah tukeran. But no! Si ibu ga mau. Dan akhirnya terpisah nomor 32 dan 34. 

Jadi kapan mo ke Medan???

0 komentar: