Senin, 25 November 2013

Path, why?!

Me: Bang, kalo kita nggak saling follow di-path kita bisa lihat postingan-nya?
Cinta Fitri: Nggak
Me: Terus kenapa di-share ke twitter?
Cinta Fitri: Ada opsinya
Me: My question is kenapa di share ke twitter kalo orang lain nggak bisa baca? Nggak setiap orang.
Cinta Fitri: Buat bikin kepo orang?!

***

Tadi malam ada dokter selebtwit yang posting sesuatu di twitter. Tapi sayangnya itu hasil sharing dari Path. Which is kata suami saya kalo nggak saling follow nggak akan bisa ngebaca maupun lihat gambarnya. Ih, kentang abis deh. Saya kan pengen tahu tentang perlasikan. 



Saya nggak punya akun path walo path sudah lama ada. Kalo saya nggak salah, adanya dari tahun 2010, bukan? 'Istimewanya' path karena dia membatasi interaksi pertemanan hanya dengan 150 orang. Sesuai tagline-nya "The smart journal that helps you share life with the one you love". Eksklusif?! Katanya sih berdasarkan riset. Manusia itu hanya bisa berteman akrab dengan 150 orang saja. Fiturnya one stop gitu. Bisa geo tagging, posting status, foto, video, bahkan lagu. Dan si Path bisa di share ke twitter, facebook, or tumblr.

Back again my question, Kenapa harus disharing ke social media lainnya kalo nggak bisa dibuka orang yang bukan teman di path?

0 komentar: