Selasa, 13 Juli 2010

OTSUKA: Land of creative people


"Otsuka people creating new products for better worldwide" Mulia sekali ya visi yang mereka buat?

Anyway, salah satu tempat yang saya kunjungin ketika di Tokushima yaitu Otsuka institute. Ketemu dengan Human Resource Development Department yang diwakili sama Mr. Adam King. Adam dari London, tapi he's able to speak Japanness very well. Adam King itu kurang lebih Yoris-nya Otsuka. Hehehe...saya ini dibuat melonggo sama penjelasannya. Yes, creative should be solutive.

Apakah yang ada saat ini sudah merupakan yang terbaik?!

Prinsip daripada Otsuka adalah, semua produk mereka adalah jawaban dari kebutuhan kebanyakan orang. Penjualan adalah impact dari perubahan hidup yang mereka lakukan. Contohnya Soyjoy: Berapa orang sih yang suka Soyjoy? Nggak banyak. Karena Soyjoy rasanya nggak enak. Tapi kenapa saya dan keluarga addict banget sama Soyjoy dari tahun 2007? Karena kami sadar. Ini camilan sehat. Nah, ini yang dibidik Soyjoy. Seiring waktu orang sadar akan pentingnya kesehatan dan Soyjoy bagian dari lifestyle tersebut.

Lambang Otsuka mengandung filosofi, bulatan besar warna biru melambangkan dunia kreativitas yang masih besar dan luas yang sampai saat ini mungkin belum diketemukan semua, sedangkan bulatan kecil merah melambangkan energy atau power setiap orang yang ingin menciptakan ide-ide atau penemuan kreative yang masih banyak itu.

Apakah yang ada saat ini sudah merupakan yang terbaik?!

Hidup artinya moving, grow up. Intinya jika kita sudah merasa puas dan merasa bahwa apa yg sudah ada sudah cukup maka kemungkinan besar tidak akan dihasilkan penemuan atau ciptaan yang semakin bagus dari waktu ke waktu. Terlalu sombong jika ada orang yang tidak mau menerima bibit-bibit muda yang masih punya pikiran out of the box.


Lihat atas kepala Adam. Betul. Itu Tomat sodara-sodara. Tomat yang terbatas usianya karena tanah yang keras sehingga akarnya tak kuat menahan hidup. Otsuka menciptakan tangki dengan -ga tahu namanya, tapi tanah kayak sabut-sabut-. See, coba saja jika kita puas dengan gaya menanam konvensional.

What do you think? Kalo saya melihatnya ini tentang paradigma. Paradigma sesuatu yang kita percayai baik. Sukar bagi kita mengatakan 1+1=4. Tapi paradigma harus menyesuikan dengan jaman sehingga dunia di atasnya bisa seimbang. Membengkokkan paradigma tidak gampang. Butuh tahunan. Begitu juga dengan pohon itu.


Dua batu tersebut sangat meaningful. Air adalah resources dan company adalah batu tersebut. Resource yang baik mampu mengangkat batu hingga tinggi. Bandingkan dengan batu satunya. Diam di permukaan. Gimana cara menghasilkan tekanan air yang deras? Nah,itu PR bagi para owner kayaknya yaaa....:p

Masih banyak lagi. Sayang nggak semuanya bisa dikunjungi :( Mau balik ke sana? Work for Otsuka first. Hihihi...

0 komentar: