Rabu, 16 Maret 2016

I have a lover

Di One ada serial baru judulnya I have a lover. Ceritanya bergaya alur mundur. Baru episode ke-5 sih -dari 50 episode -, belum tamat :p tapi gatel rasanya mau komentar.


Ceritanya tentang suami istri Hae- Gang (Kim Hyun Joo) dan Jin-Eon (Ji Jin - Hee) yang hubungannya memburuk karena kematian anak mereka. Hae-Gang ingin move on dengan memiliki anak lagi tapi Jin-Eon ngga mau. Dia ingin berduka mengenang anaknya saja. Tidak mau punya anak lainnya. Tapi di sisi lain dia bertemu Seol-Ri (Park Han-Byul), rekan satu lab, yang ngebet banget sama Jin-Eon. Dan Jin-Eon nya nanggepin. Haduh! Walaupun ceritanya akan complicated banget, sih. Hae-Gang akan terlibat accident, yang ngga tahu ternyata dia kembar, blabla....ya tonton aja ya kakak di One atau beli DVD-nya di ITC :p

Saya jadi ingat sama teori tentang jatuh cinta yang dijebrengin dosen saya pas kuliah etika. Teori cinta yang paling sederhana, Triangular Theory of Love nya Sternberg.

The three main components:

Intimacy (mind) is the feeling of closeness to your partner. The partners are able to emotionally support one another as well as communicate to each other. 

Passion (Body) is the romantic, sexual and attraction part. The partners are driven by a sexual desire for one another. 

Commitment (spirit) is the decision to stay loyal to one another. 

The Combinations:
-.Intimacy + Passion = Romantic Love
meaning these couples are emotionally close and physically attracated to one another but are not commited.
-.Passion + Commiment = Fatuous Love
Meaning commitment is made to one another based off passion before having an intimate relationship.
-.Commitment + Intimacy = Companionate Love
Meaning there is high amounts of affection towards each other while there is still commitment.

Bosan dengan situasi pernikahan, orang dan bentuk hubungan yang sama selama tahunan, belasan tahun atau puluhan tahun dalam sebuah pernikahan, itu wajar. Entah itu pada pasangan yang dulunya merasa saling degdegan (passion), apalagi pada pasangan yang menikah tanpa rasa (commitment). Kebutuhan akan romantic love ; rasa nyaman saat mengobrol, dagdigdugdegdor saat menatap dan berdekatan…yang tak terpenuhi oleh pasangan di rumah, juga bisa menimbulkan fenomena seperti cerita tadi, apalagi ada celah masalah.

Hal ini bisa dialami siapa saja. Tidak cuma lelaki yang mata keranjang, lelaki serius, good papa kayak Jin-Eon ini bisa. Perempuan juga bisa. Meskipun tingkat keberbahayaannya berbeda. Klepek-klepek sama mas Sugik tentu lebih aman dibandingkan sama yang accessible. 

Potensi rasa cinta yang dirasakan oleh kita atau pasangan pada orang lain, tak selalu harus berujung pada hal-hal yang merusak. Faktor pembedanya adalah “Self awareness” dan “self control”. Jin-Eon dan Seol Ri bisa kelepasan ciuman di lift. Ya, walau diawal keduanya sudah sadar kalo involve in wrong path. Namanya syaiton itu lihai. 

Masih menurut ceramah dosen, cinta itu hanya akan berkembang kalau dipelihara. Maka, saat kita merasa “nyaman” dengan orang lain, kita harus aware, dan kita lakukan upaya untuk menghindar. Romantic love itu, engga ujug-ujug. Mungkin awalnya hanya haha hihi soal remeh temeh. Tapi kalau kita merasa nyaman, maka kita harus sadari segera. Itu yang pertama.

Kedua, kalo memang sudah ada celah masalah, jangan biarkan dewa-dewi penolong nyelinap masuk. Makanya ada nasehat jangan meminta saran pada lawan jenis. Apalagi yang mukanya lebih uhuk ehem dari pasangan kita. Apalagi yang macam Seol Ri. Di balik tampang sederhana, lugu...tidak ada empati. Walaupun Hae-Gang berlutut memintanya melepas suaminya si Seol Ri tanpa merasa bersalah. Beranggapan daripada cinta membusuk disimpan, lebih baik diungkapkan. Duh! Mbakkkk...

Dan yang terakhir doa. Supaya kita tak terjebak dalam perjalanan salah namun nampak benar. 

Kalo ceramah dosen gini diinget-inget deh.

1 komentar:

Nurul Rahmawati mengatakan...

Uhuk.

Iya banget nih. Aku bisa relate banget dgn nasihat dosen kamu ini hihihi