Senin, 29 Juni 2015

Caffeine Withdrawal


Apa ya bahasa Indonesianya caffeine withdrawal? So, apakah itu caffeine withdrawal? Memasuki bulan puasa kebiasaan meminum kopi di pagi hari pastilah terhenti. And oh yeahhhh....24-48 jam badan saya menyesuaikan.

Kafein itu stimulan dan bisa jadi adiktif. Meskipun tidak sebahaya drugs. Menghentikan kafein tiba-tiba, terutama jika Anda sudah mengkonsumsi dua atau lebih cangkir kopi sehari, dapat menyebabkan gejala fisik, psikologis, dan emosional. In fact, caffeine intoxication and caffeine withdrawal are classified as mental disorders in the American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) when either one interferes with daily life. 😒


Apa saja gejala caffeine withdrawal?

1. Sakit kepala
2. Kelelahan 
3. Kecemasan
4. Sensi
5. Sulit konsentrasi
6. Mengantuk
7. Nyeri otot

Gejala biasanya dimulai dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah menghentikan kafein, memuncak selama dua hari pertama, dan dapat bertahan hingga hari sembilan. Meskipun peminum kopi dosis tinggi lebih mungkin mengalami gejala yang intens, hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari konsumsi kafein secara teratur untuk membuat efek caffeine withdrawal. 

Bagaimana cara mengatasi gejalanya?

1. Pengurangan secara bertahap
2. Tambahan jam tidur untuk mengatasi kelelahan dan kepala Pusing.
3. Work out
4. Minum air putih lebih banyak

So, apakah anda mengalami juga caffeine withdrawal?

Ini kenapa ost-nya Abdul sih?! Ya coffee theory 😁

0 komentar: