Minggu, 08 Februari 2015

4 Alasan Bangun Tidur Sebelum Anak-anak Bangun

Saya dari belum nikah tergolong manusia pagi. Mau tidur jam dua pun, jam lima sudah pasti bangun. Sudah kebiasaan, sih. Ada kewajiban morning prayer juga toh. Saya di Manado mostly terbangun jam 04.30 WITA Rata-rata adzan subuh di sini jam 04.45 WITA. Anak-anak bangun jam 06.00-06.30. Dan ternyata nikmat ya bangun pagi sebelum anak-anak bangun.


4 Alasan bangun tidur sebelum anak-anak bangun:

1. Memulai hari dengan lebih proaktif. Semacam tahulah schedule dengan sadar. Daripada bangun barengan anak-anak, pasti lebih reaktif. 'Mamah pipis', 'Mamah mamaem pisang aja, ngga mau jus' 

2. Waktu tenang. Yoi, bisa jadi me time. Saya men-challenge diri saya untuk membaca Al Quran 50 ayat setiap hari. Dan yang paling mungkin melakukan di pagi hari. Menunggu subuhan atau setelah subuhan. Setelahnya menikmati bacaan, ngeblog, atau sekedar ngayal babu. Lumayan buat bernafas secara sadar.

3. Get stuff done. Habis itu nyiapin sarapan, makan siang, makan malam, camilan. Banyak amir? Nggakkkk. Sarapannya tinggal kupas atau blender saja. Bikin jeniper. Lalu menu sayur yang cuma dipotong-potong,cuci, bumbu, masuk kulkas buat dieksekusi sore. Menu protein buat makan siang. Terus camilan Lilo. Emak bapak sih camilannya taro #eh. Suami juga menyelasaikan tugasnya nyapu ngepel sebelum anak-anak bangun.

4. Morning sex. Uh-yeah. Sejak punya anak balita pilihan waktu having sex nggak se-flexible sebelum punya anak. Kalo ngga malam, ya pagi. Kami bukan nocturnal. Jam 23.00 memilih bobo. Pagi lebih fresh. Habis subuhan melakukan aktivitas. Jadi nggak ada keharusan bangun tidur, mandi untuk mensucikan diri karena aktivitas semalam. Eh tapi mandi pagi di subuh hari itu bagus kan? Cuman saya nggak bisa. Habis mandi subuh bengek pun melanda :(

Jadi, kamu termasuk mana?

0 komentar: