Rabu, 03 Desember 2014

Berkunjung Ke Dokter Gigi

Kesehatan anak itu membutuhkan perhatian detail. Apalagi kesehatan gigi. Lilo memang ASI tapi bukan berarti ASI nggak bersifat asam. Lilo mulai gosok gusi dan lidah usia 2 minggu. Ya memang saya buat so early biar dia punya rutinitas. Kebiasaan baik perlu dibiasakan, bukan? 

Erupsi pertama biasanya terjadi pada usia 6-8 bulan. Namun masih dikatakan normal bila baru terjadi di usia 12 bulan. Selewat itu, perlu ke dokter gigi untuk mencari penyebabnya. Keterlambatan bisa karena ada kelainan atau ketidaksempurnaan pertumbuhan gigi. Misalnya, karena tak punya benih gigi sehingga tak akan pernah terjadi erupsi. Ada-tidaknya benih bisa dilihat dari rontgen gigi. Dari situ akan terlihat pertumbuhan benih gigi susu dan gigi tetapnya. Sekaligus bisa dipastikan normal-tidaknya pertumbuhan gigi anak.

Kadang terjadi pula erupsi lebih awal. Ini juga dikategorikan kelainan pertumbuhan. Soalnya, tak semua gigi yang muncul itu, punya akar gigi, melainkan semacam tonjolan dari gusi yang keras. Jadi, tampilannya seperti gigi, tapi tak punya akar. Erupsi gigi dini mesti dilihat, mengganggu atau tidak. Yang masuk kategori mengganggu di antaranya adalah gigi goyah. Selain bisa membuat bayi rewel karena rasa sakit yang ditimbulkannya, juga dikhawatirkan tanggal sewaktu-waktu hingga bisa tertelan bayi. Tak ada jalan lain, harus dicabut. Toh, gigi akan tumbuh lagi.


Gigi susu yang pertama muncul adalah gigi seri bawah, terletak di tengah depan. Kemudian baru gigi seri tengah atas, meski bisa saja terjadi sebaliknya. Menyusul berikutnya adalah 4 gigi seri samping atas dan bawah. Di usia 12-24 bulan, muncul 4 geraham depan atas dan bawah. Diikuti 4 gigi taring bawah dan atas serta 4 geraham belakang atas dan bawah. Semuanya berjumlah 20 buah.

Pertumbuhan gigi susu akan berhenti di usia 3 tahun kemudian satu per satu tanggal, digantikan gigi permanen yang berjumlah 32 buah saat anak menginjak usia 5-6 tahun. Sementara yang terakhir muncul adalah gigi geraham bungsu pada usia 19 tahun.

Kerusakan gigi terjadi akibat perawatan yang tidak tepat. Gigi yang tak dibersihkan, lama-lama akan ditutupi lapisan yang disebut plak. Kondisi ini bisa diperparah jika si kecil sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung. Sebab, bakteri yang terdapat pada plak akan bereaksi dengan gula/tepung, kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak email atau lapisan pelindung gigi. Serangan asam yang berlangsung terus-menerus membuat gigi rusak, berlubang.

Karena itu gigi harus dirawat sejak dini demi mencegah kerusakan yang lebih parah. Memang tak mudah melarang anak menjauhi gula atau permen. Yang bijaksana adalah mengendalikan kebiasaannya mengonsumsi jenis makanan ini dan sesegera mungkin bersihkan gigi dari sisa-sisa makanan itu sehabis memakannya.

Untuk bayi, bersihkan gigi dengan kain kasa yang telah dibasahi air hangat. Bagi yang sudah agak besar, biasakan berkumur dan minum air putih usai makan. Ajarkan anak menyikat gigi. Awali dengan sikat tanpa pasta, baru sedikit demi sedikit beri pasta gigi dengan berbagai rasa yang disukai anak. Lakukan kegiatan ini minimal 2 kali sehari, sesudah makan dan menjelang tidur malam.
Kemari Lilo yearly check aja. Pertama kali kubawa ke dokternya gigi usia 11 bulan. Hmmm....membawa ke dokternya gigi nggak musti harus sakit dulu. Biar mereka ngerasa friendly ke dokternya. Walo bukan dokter gigi khusus anak, om dokter Sandy telaten 😁 Main-main dulu gak langsung diperiksa. Sampe ga mau pulang 😑

Maximilian Dental Care
Jl. Pucang Anom Timur 2/7
Surabaya

0 komentar: