Senin, 04 November 2013

Bayam, oh, bayam

Siapa yang nggak suka bayam?
Pic From Here
Selain Popeye mungkin saya termasuk salah seorang penggila bayam. Yes, camilan endes. Rebus bayam, tiriskan, beri perasan lemon. Alamakkkk enaknya sadis taukk! Namun ada aturan main bayam yang dari jaman saya kecil bikin penasaran. Bayam tuh bisa jadi racun. Namun nggak ada penjelasannya. Blah! Benci deh kalo begini. Nah, kemarin @srbyberkebun kultweet tentang bayam. Ku-re-write deh biar pada paham why oh why bayam bisa jadi racun.

Bayam (amaranthus spp) merupakan tumbuhan yang biasa dikonsumsi daunnya. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sudah tersebar di dunia. Bayam dikenal dengan zat besinya, namun bayam akan berbahaya jika dalam proses penyimpanan di lemari es tidak diperhatikan. Dan mengapa bayam tidak boleh dipanaskan jika sudah dimasak?

Begini ceritanya:

Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro), jikalau bayam terlalu lama berinteraksi dengan O2 (oksigen) maka kandungan bayam akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri) yang bersifat racun. Hmmm...Jadi jangan sekali-sekali memanaskan bayam yang sudah mengalami proses pemasakan. Selain mengandung zat ferri, bayam juga dapat mengandung zat nitrat (NO3) yang jika teroksidasi dengan udara akan menjadi NO2 aka nitrit. Yang bersifat senyawa tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun. So that's way. Jangan memakan bayam yang sudah dimasak lebih dari 5 jam setelah proses pemasakan.

Dealam proses penyimpanan lemari es pun harus diperhatikan. Karena semakin lama bayam disimpan di lemari es, senyawa nitrit pun semakin meningkat. Efek racun nitrit menimbulkan reaksi dengan hemoglobin. Ikatan nitrit dengan hemoglobin disebut met hemoglobin yang membuat hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika methemoglobin mencapai lebih dari 15% total hemoglobin maka akan terjadi sianosis yang artinya keadaan dimana jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen.

Diluar itu semua, bayam mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, vit A, B1, C, air, asam folat, dan 13 flavonoid dalam bayam bermanfaat memerangi sel kanker. Bayam juga mengandung sifat alkalinitas yang tinggi sehingga bisa menjadi pilihan yang sempurna bagi penderita penyakit inflamasi; seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Bayam juga membantu mencegah pengerasan pembuluh darah, menurunkan darah tinggi, membantu kelancaran pembuluh darah, membantu mencegah komplikasi setelah diabetes, dan tentu saja mencegah anemia.

Wah, berasa jadi Djageum. Memasak tidak hanya rasa tapi juga khasiat. Sekian belajar kelompok hari ini. Sudah nggak penasaran lagi kenapa begini begitunya si bayam. Selamat memasak!

0 komentar: