Selasa, 11 Oktober 2011

Balada sebuah Ciput

Om saya itu kebetulan bertugas di kota kecil benama Probolinggo. Probolinggo kabupaten tepatnya. Nah, kebetulan istrinya itu A.K.A tante saya punya jiwa dagang yang sangat kece. Apa-apa kalo bisa dikomersialkan ya dijual :p

Pokok usaha dagang tante saya itu di bisnis MLM Tupperware dan makanan beku kemasan macam (donat, siomay, cakue bla bla bla), tapi semenjak di Probolinggo bisnisnya jadi nggak karu-karuan. Sahnya sih dia ketua darmawanita dinas perhubungan. Tapi pada prakteknya dia menjabat segala rupa pekerjaan. Justru itu. Segala macam jabatan yang melekat padanya berbanding lurus dengan pendapatan yang didapatnya. Uhm, di PKK dll memang nggak dibayar, tapi ya tadi itu area jualannya menjadi lebar :p

Dan beruntungnya lagi orang Probolinggo itu apa-apa dititipkan ke tanteku. Ya jilbab, ya tas, ya panci, sampe dompet plastik tempat kartu nama pun pernah direquest ke tanteku buat dijual di sana. Dan kalo beli, satu orang beli 3, 4 biji sekaligus :)))

Di daerah probolinggo banyak pondok pesantren. Jualan jilbab tante saya juga kenceng juga di sana. Begitu juga order permintaan ciput banyak peminatnya. Uhm, ciput ya, bukan keciput macam onde-onde imut. Namun sayang walau di sana banyak pondok pesantren, banyak perempuan berjilbab namun pengetahuan bapak-bapaknya tentang ciput ndak serta merta ter-upgrade. Walhasil jadilah balada sebuah ciput.

Ini namanya ciput. Pic form here 

Bawalah tante saya beberapa kodi ciput. Karena tante saya keburu balik ke Surabaya, minta tolong sopir Om-ku membawa pulang ke rumah dinas untuk disimpan. Dan, entah apa yang ada dibenak mas Indra....Ciput-ciput itu dimasukkan ke dalam freezer bersama dengan donat, cakue, dan makanan beku lainnya. 2 hari tante saya balik ke Problinggo. Ngubek-ngubek rumah ndak nemu juga itu ciput. Sampai paginya mas Indra datang. Dan....tertawalah tanteku begitu tahu ciputnya disimpan di freezer.

Tante : Kenapa dimasukkan ke freezer?
Mas Indra : Nda tahu buk, saya pikir ini makanan. Habisnya ada mbendolnya dan empuk-empuk. Ibu kan suka bawa makanan aneh-aneh yang saya ndak pernah tahu (dengan logat madura).

Hehehe...walhasil ciput itu menjadi lembab. Untung ndak ngerusak dacron di dalamnya ^^


0 komentar: