Senin, 17 Januari 2011

Love never fails


Sebuah Retweet dari @Alderina : "Kalau udah nikah, ngga galau masalah percintaan"

Saya membacanya dengan tersenyum. Sepertinya setelah era ALAY muncul era baru yang sebutannya AGAL alias Anak Galau. Bahkan muncul #Galaucity yang prime ministernya @Firabasuki.

Well, benarkah galau masalah percintaan kelar ketika menikah?! Pertanyaan yang tiba-tiba muncul begitu membacanya. Menurut saya, galaunya akan bertranformasi dalam rupa yang lain. Memang galaunya nggak akan muncul "Siapa soulmate gua kelak?", "Kapan gua menikah?", dan beragam kegalauan lainnya. Galaunya bisa saja karena anak, galau akan hubungan keluarga besar. Eh, tapi bisa juga, lho, galaunya bertransformasi menjadi, "Apakah suami saya adalah soulmate saya?" *Gedubrakkk*

Tanpa bermaksud menafikan maksud pernikahan adalah sumber kebahagiaan. (Yes, saya belum menikah. Tapi saya tidak berniat juga melajang seumur hidup. Dan saya berpasangan sampai hari ini). Konsep hidup, Happiness is not a destination but happiness is a way of travel. Dengan kata lain pernikahan adalah chapter selanjutnya, dimana ceritanya melibatkan pemain lain a.k.a pasangan. Jadi pernikahan itu bukan tujuan akhir, tapi justru malah bab baru dengan cerita penuh petualangan.

Jadi, yang sekarang galau karena diputus pacar...jangan keburu manyun ya! Masalah hidup baru akan kelar ketika kita tutup usia.

But don't forget one thing. Segalau apapun, percayalah Love never fails.

*Pic from here


0 komentar: