Senin, 23 Januari 2017

4 Generasi

Bisa hidup 4 generasi bersama-sama itu satu karunia yang luar biasa. Tidak banyak orang berkesempatan seperti itu. Nenek saya - ibu dari papa - 89 tahun, berkesempatan bisa melihat, bermain, berinteraksi bersama cicitnya. Saya sedang menjalani hidup 1 atap bersama 4 generasi saat ini 😊

Dramanya? Wuahhh...Ya pasti ada 😂 Namanya hidup bersama, masak ngga gengsrek. Tapi gengsrek-nya dibuat beradab. Iya kan? Love-hate-relationship keluarga itu pasti ada, tapi akhirnya Ohana tempat kita berpulang 😉

Ada tulisan Elly Risma yang ini yang saya baca bolak-balik, seminggu sebelum saya musti pindah ke rumah orang tua. Jangan sampai, amit-amit, pulang ke home based malah jadi maling kundang 😶

Percayalah sudah pisah -jauh- dari keluarga plus minus 5 tahunan lalu kumpul itu perlu adaptasi. Satu, iyut didikan jaman pra kemerdekaan, single parent yang berhasil membesar anaknya dan ponakan-ponakannya. Kung - Titi didikan awal kemerdekaan, keduanya pekerja. Mamah papah generasi 80an dan penguna pertama online. LiLo generasi millennial 🤓

Syukurnya komunikasi saya dengan titi kung lancar. Kami terbiasa membahas apa pun tanpa baper 😁 Kalo iyut, ya sudahlah sudah sepuh banget. 

Jadi gimana dong biar tentram? Tips dari Elly Risman itu boleh diresapi. Walau tinggal bersama orang tua tetap lakukan kebiasaan sebagaimana mestinya rumah tangga. Mandirilah secara financial. Ikut bantu pengeluaran rumah. Kalo emosi Jangan bicara dulu 😁 sudah tenang baru diskusi. Kalo perlu libatkan pihak professional ke-3 - psikolog -. Dan....Berdoa supaya damai sejahtera 😉

0 komentar: