Sabtu, 26 Maret 2011

LDR

Pic from here

Saya ditanya seorang kawan : Bukankan LDR ( Long Distance Relationship bukan Long Dick Reduction ) itu berat ? Apa rasanya ?

*Mikir* 

Susah ternyata menceritakan perasaan ini :p

Betul, saya pelaku LDR 6 tahun jalan. Alhamdulillah. Perjalanan hidup yang patut disyukuri. Pernah satu kota kurang lebih 7 bulanan, nggak ketemu untuk 1 tahun juga pernah. Rasanya? Ya, pasti kangen lah. Kalo ditanya berat atau nggak? Uhm....saya syukuri ya semuanya memberi peluang kami untuk tetap dan Insyallah terus bersama. Terlebih semua provider yang membiarkan kami tetap terhubung (Dapet award konsumen loyal :p).

Awal dulu, jaman tarif HP masih mehong dan kami masih sama-sama mahasiswa unyuu...seminggu sekali nelpon pake sistem gantian. Biasanya minggu pagi bangun tidur. SMS sih sering. Cuman kalo nggak ada pulsa, ya nggak sms sama sekali. Cuma bisa berdoa semoga sama-sama sehat-sehat saja :)) Lalu sudah berpenghasilan dan alhamdulillah harga pulsa semakin murah, walo kualitas...ya gitu deh, kami bisa lebih intens berkomunikasi. Nggak usah pake nunggu minggu pagi. Kepengen ngobrol ya nelpon. Lalu ada 3G, tapi belakangan ketika Dian pindah Bitung ya nggak bisa video call seenak hati karena sinyal 3G di sana labil.

Tapi, setiap kejadian hidup tidaklah selalu sama berlaku bagi setiap pasangan. Mungkin (bagi kami) komunikasi dan kepercayaan menjadi landasan. Rasa setia juga penting. Oia, mungkin karena kami tetap 'hidup'. Hidup karena kami punya lingkungan, teman, yang berada di sekeliling kami itu menyenangkan. Jadi nggak sempat menggalau :p Dan mungkin....selalu re-charge energi. Energi untuk selalu ingin bersama dengan nyamannya.

Bagi yang sedang LDR, tak usah risau apalagi galau. Semua bentuk hidup pasti ada saja batu sandungan. SELAMAT BERJUANG KAWAN *Pekik penuh gegap gempita* Do your best and let God do the rest ^^

0 komentar: