Rabu, 22 Desember 2010

Hari ibu 2010

Perempuan belum tentu ibu. Perempuan tak hanya ibu. Perempuan adalah awal dari ibu -Gunawan Muhamad-

Selamat hari Ibu. Bukan hanya untuk ibu secara biologis tapi untuk semua perempuan yang sudah mau bersusah payah mendidik anak-anak bangsa untuk menjadi manusia yang cerdas lahir dan batin. Menurut blog Rieke D. Pitaloka, 22 Desember merupakan hari kebangkitan perempuan Indonesia.

Bicara soal ibu, perempuan. Di sekeliling saya banyak perempuan hebat inspiratif. Perempuan hebat yang sudah melahirkan saya, Ibu Sunarni, istrinya pak Sunaryo - ya,iyalah -. Ibu saya ibu bekerja. Alhamdulillah karir beliau termasuk cemerlang diantara rekan kerjanya yang didominasi pria. Ketika saya memasuki pertengahan kuliah, beliau sudah pensiun. Tapi tetep kegiatan beliau nggak menyurut. Tetap sibuk untuk aktivitas sosial. Ibu saya bukan ibu yang pandai memasak, tapi beliau pandai melobi :-) Buah pikiran beliau banyak memberi manfaat bagi sesama. Alhamdulillah, walau ibu sibuk luar biasa, anak-anaknya nggak ada yang kepleset pergaulan, walau belum juga dikatakan sukses :p

Walau ibu saya sering bekerja meninggalkan rumah tapi saya nggak pernah sedikit pun merasa kekurangan perhatian. Terimakasih kepada teknologi yang bernama telepon. Walau ibu saya jarang bisa mengambil raport saya, tapi beliau tetap tahu sepak terjang saya. Hehehe... terimakasih kepada kepala sekolah dan wali kelas yang sudah jadi informan. Ibu saya nggak bisa nyupir tapi beliau bisa menggaji supir dan menyuruh anak-anaknya untuk bisa menyetir :p Ibu saya yang membuat saya addict membaca, kelas 2 SD dihadiahi serial Mahabarata. Ibu saya mengajarkan saya menjadi perempuan tangguh berintegritas. Perempuan partner suami yang seimbang, perempuan ibu yang bijaksana, dan perempuan yang berguna bagi masyarakat. Ibu saya dulu pernah 'terjegal' dalam menduduki jabatan karena dia perempuan. Yang menjegal sudah meninggal sekarang :p Tak akan bisa kelar cerita tentang bu Sunarni. Walau kami suka 'berdebat' tapi dia tetap ibu yang saya banggakan. Ibu saya suka "Ok, mari kita duduk dan berbicara. Kita samakan persepsi kita!" Hahaha....terimakasih ibu saya ndak pernah otoriter.

Lalu ada si mbah -ibunya pak Naryo- dan Mama Rita -ibunya si gendut-, mereka berdua single mom yang hebat. Mendidik dua orang pria yang sangat berharga dalam hidup saya.

Oia, dari twitter saya, saya baru tahu kalo banyak RS yang menawarkan sufor buat ibu yang baru melahirkan :( semoga di hari kebangkitan perempuan Indonesia ini, nggak ada lagi hak dan kewajiban ibu dalam menyusui diserobot oleh Sufor. Dan angka kematian ibu menurun. Hidup perempuan Indonesia.

Pic from here

0 komentar: