Jumat, 12 November 2010

Nggak perlu nonton sinetron karena hidup ini drama

Sebagaimana hari kemarin, kemarinnya lagi dan kemarin-kemarinnya lagi, ketika senja telah tenggelam dan bunyi jangkrik terdengar sayup – sayup. Aku baru pulang setelah seharian bertualang di luar mencari penghidupan. Di atas motor matic merah dengan headphone menutup telinga, pria itu selalu di situ. Di depan rumah seberang. Pasti menunggu salah satu penghuni kos rumah itu. Selalu. Di saat yang sama, ketika mata saling beradu, pria itu tersenyum dan menganggukkan kepala ramah. Aku pun demikian. Mengangguk dan tersenyum, walau tak saling kenal.

Hari ini nampak berbeda. Ada beberapa orang berkerumun di depan rumah, seberang rumahku. Rupanya ada keributan hingga pak satpam harus muncul. Pria dan Perempuan beradu mulut. Si Pria menarik-narik tangan si perempuan sambil berkata-kata kasar. ASTAGA! Aku menutup mulutku karena terkaget-kaget. Itu pria bermuka ramah yang selalu tersenyum setiapku pulang.

“Ada apa, ya bu?” Tanyaku pada salah satu ibu-ibu yang berkerumun.

“Ada yang cintanya ditolak, mbak!”

“Mereka pacaran?”

“Bukan! Si Pria suka sama si perempuan. Tapi si perempuan nggak”.

Aku hanya manggut-manggut menyaksikan pertengkaran itu. Pak Satpam masih sibuk melerai dan mendamaikan.

“Baik! Aku akan pergi. Tapi ingat! Aku tidak akan menyerah mendapatkan cintamu!” Ucap Pria itu dengan lantang lalu menuju motornya dan pergi. Si Perempuan nampak sekali wajah ketakutan. Lemah.

***

Keesokan malam, aku tak lagi berjumpa dengan pria bermuka ramah itu. Usut punya usut si perempuan juga sudah pergi, nggak lagi kos di situ. Rupanya cinta bertepuk sebelah tangan ini sudah terjadi lama. Si pria tidak terima kalo si perempuan bukan miliknya. Dan perempuan hanya mampu menghindar. Berpindah-pindah kos saja.

Aku bergidik keheranan. Ternyata nggak perlu nonton sinetron. Di kehidupan ini sudah penuh drama. Hidup mencontoh sinetron atau sinetron terinspirasi oleh hidup? Entahlah… Kenapa musti drama ? Kalo genre lain lebih menghibur, kata Onrop. Ah, sudahlah…

________________

PS : Based on true story. Nama dan tempat kejadian di samarkan *.ngikik

2 komentar:

aldila mengatakan...

errr...sebaca gw, kagak ada tuh nama-namanya :p

PRIMA, mengatakan...

namanya disamarkan jadi aku,pria, dan perempuan :p