Sabtu, 13 April 2019

Memulai Budgeting


Iseng-iseng googling lalu aku nemu artikel ini. Omo… *gigit rendang*. Kayaknya emang bener, perlu budget sebagi guideline biar gak menceng kanan kiri lalu ngepot-ngepot. Budget itu memang hanya rencana. Rencana bagaimana kamu mempergunakan uangmu. Btw, ada ngga sih diantara kalian yang ngga ngerti kemana saja uangnya pergi? Kayak link artikel di atas.

Lalu, gimana  caranya memulai membuat budget? Memulai Live a life you love on a budget that you can afford.

Tahu Penghasilan Bersih Bulanan

Langkah pertama untuk bikin budget adalah ngerti dulu berapa income (pendapatan) yang dibawa pulang. Kalo menikah dan suami istri bekerja lebih baik disatukan dulu. Supaya tahu berapa banyak yang bisa dibelanjakan. Ini buat menghindari juga besar pasak daripada tiang. Make us realize.

Tahu Pengeluaranmu

Yup ini bagian yang bisa jadi paling nyebelin. Apalagi di era cashless ini. Susah bener bro buat track down pengeluaran. Kalo saya untuk mempermudah dengan memanfaatkan aplikasi pencatatan. Sekarang siapa sih yang lupa bawa handphone? Lebih mudah melupakan bawa notes dan bolpen, kan? Banyak aplikasi pencatatan di playstore yang bisa kamu manfaatkan. Saya sendiri pake iSave, sedangkan suami lebih suka pake andromoney. Saya pakai iSave karena setelahnya bisa kita setting menjadi budget. Jadi tahu berapa uang tersisa yang bisa kita pakai. Yak, dari situ bisa terlacak pengeluaran-pengeluaran rutin yang bisa jadi batas buat kamu spending. Biar lebih akurat saya melakukannya selama 3 bulan dan biasanya dilakukan di Desember-Februari. Kenapa begitu? Karena (menurut saya) perubahan harga suka terjadi di pergantian tahun. Sebenarnya ngga ada patokan, sih. Suka-suka kalian kapan enaknya track down pengeluaran.




Berlakukan ZERO BASED BUDGET

Apa itu zero based budget? Pendapatan dikurangi pengeluaran sama dengan nol. Ngga ada patokan khusus sebenarnya berapa persen tiap-tiap post pengeluaran. Boleh kamu berpatokan biaya hidup dan cicilan 60%, Asuransi kesehatan 10%, social 5%, tabungan investasi 15%, gaya hidup 10%. Atau menggunakan cara yang lain. Kalo ternyata pendapatan dan pengeluaran masih sisa maka masukkanlah ke saving alias tabungan. Jika pendapatan dikurangi pengeluaran minus, ya harus dipikirkan baik-baik post mana yang dieliminate. Pilihlah post yang tidak mengganggu hajat hidup. Jangan ngambil post biaya makan. Jangan ngambil biaya post sekolah anak. Jangan ngambil dari post sedekah. Jangan ngambil dari post kesehatan. Ambilah dari post hore-hore. I know it could be suck. Tapi budgeting membuat kita menapak tanah gaes. Ngga hidup halu terbang di awang-awang.

Fokus dan Disiplin

Kalo sudah tahu dan terbentuklah budget kita. Apa yang dilakukan?
Semacam lagunya Via Vallen, Terus focus satu titik, hanya itu titik itu. Tetap fokus kita kejar dan raih bintang. Hehehe…. Seperti yang aku jelaskan di atas. Dari track down pengeluaran kita bisa bikin budget di tiap-tiap post. Dan gunakan itu supaya kita ngga keluar jalur. Karenanya dibutuhkan fokus dan disiplin untuk menghindari racun promo, tergiur belanja yang tidak dibutuhkan.

Gimana? Sudah ada gambaran soal bikin budget? Dengan tahu pola keuangan kita, kita juga jadi lebih mudah untuk realistis dalam menyetting tujuan finansial yang ingin kita capai. Mengetahui kemana uang kita dihabiskan juga membuat kita sadar, ngga bengong di tengah bulan meratapi gaji yang amblas tak berbekas. Hehehe….

Untuk pengen tahu banyak soal artikel finansial dan tipsnya kalian bisa cari di MoneySmart.id. Situs yang menyajikan informasi seputar pengelolaan keuangan dan gaya hidup. Mengedukasi masyarakat Indonesia, khususnya milenial biar lebih paham bagaimana mengurus dan mengelola keuangan pribadinya.



1 komentar: